Langsung ke konten utama

Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa Psikologi UM Berikan Psikoedukasi Cerdas Bermedia Sosial

 


BANDUNG | JATIMSATUNEWS.COM : Sebagai penerapan dan pengamalan Tridharma Perguruan Tinggi pada ranah pengabdian masyarakat, mahasiswa prodi Psikologi Universitas Negeri Malang telah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dan berkolaborasi dengan mahasiswa di beberapa Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta seperti Universitas Sebelas Maret, Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Tanjungpura. Tema yang diangkat adalah “Cerdas Bermedia Sosial Pada Siswa”. Kegiatan ini dilakukan terhadap siswa-siswi kelas 7 SMPN 3 Ngamprah, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (21/10/2023).

Pemilihan siswa kelas 7 sebagai target sosialisasi didasarkan pada fakta bahwa mereka berada pada tahap penting dalam memahami implikasi penggunaan media sosial dan sementara mereka masih dalam tahap awal eksplorasi aktivitas media sosial dan sebelum terpapar secara lebih luas dengan isu-isu kompleks yang terkait dengan media sosial di masa mendatang.

Bapak Mepi, S.Sos. M.M.Pd selaku kepala sekolah menyambut baik kegiatan yang kami adakan di sekolahnya. Kegiatan psikoedukasi yang diikuti oleh 37 siswa kelas 7 semester 1 ini diharapkan mampu membekali mereka untuk paham etika bermedia sosial. Selain itu, membuat mereka bijak dalam penggunaan media sosial dalam pembelajaran maupun kegunaan HP yang dimiliki.

“Kebetulan sekolah kami sedang dalam pembangunan, jadi kami memutuskan untuk hybrid, tentunya anak-anak pasti menggunakan alat komunikasi dan apapun teknologi salah satunya HP untuk menunjang aktivitas belajar.”Ujar kepala sekolah

Perkembangan teknologi yang sangat pesat, sosial media tidak asing lagi untuk masyarakat. Di era serba digital ini, sosial media menjadi bagian yang melekat pada kehidupan sehari-sehari. Menurut laporan dari we are social, jumlah pengguna sosial media mencapai 167 juta orang pada Januari 2023. Jumlah tersebut setara dengan 60,4% jumlah dalam negeri. Kegunaannya tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga menjadi tempat untuk mencari hiburan, tempat promosi produk dan jasa, dan informasi seputar pendidikan sangat mudah didapatkan melalui media sosial. Banyaknya pengguna media sosial tentunya memiliki dampak tersendiri bagi para siswa, baik dampak negatif maupun dampak positif. Apabila siswa tidak melakukan media sosial dengan bijak tentu akan menimbulkan beberapa permasalahan seperti, kekerasan, cyberbullying, pencurian, penipuan dan berita Hoax. Hal ini juga selaras dengan pendapat kepala sekolah

“Kita sebagai pihak sekolah juga jangan tutup mata, sebagai makhluk sosial kita juga harus berkomunikasi, dan komunikasi ini tidak selalu tatap muka bisa menggunakan media sosial juga. maka dari itu, anak-anak juga harus tahu etika dalam berkomunikasi ini sehingga perlu pengawasan dan edukasi ” Ujarnya

Siswa kelas 7 mulai aktif memanfaatkan platform media sosial, karena masa transisi dari sekolah dasar ke sekolah menengah pertama mendorong mereka untuk mengeksplorasi hal-hal baru. Di sisi lain SMP Negeri 3 Ngamprah sedang menerapkan pembelajaran hybrid yang menuntut penggunaan media sosial, sehingga membuat para siswa lebih terlibat dalam interaksi di sosial media. Siswa harus belajar berinteraksi dengan baik di media sosial, menghormati teman sebaya dan guru di sekolahnya. Selain itu, mereka juga perlu memahami konsekuensi dan dampak sosial dari postingan mereka. Tidak hanya itu, dengan adanya edukasi ini dapat mendorong siswa untuk membagikan kegiatan positif serta belajar mengapresiasi karya orang lain. Kepala sekolah juga menyetujui hal tersebut, sehingga dengan mengintegrasi pengetahuan terkait kegunaan sosial media akan mendukung perkembangan mereka sebagai individu yang berpengetahuan, aman, bertanggung jawab dalam dunia digital kedepannya.

“siswa-siswi ini kan datang dari latar belakang yang berbeda sehingga rasa ingin tahu mereka terkait sosial media juga sangat beragam. makanya kita ingin memberikan pembelajaran terkait sosial media ini sesuai dengan usia perkembangannya” Ujar kepala sekolah.

Pada pelaksanaannya, pertama, penulis memberikan soal-soal pre-Test yang bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh mereka mengenali dan mengerti bahaya yang terjadi akibat media sosial. Kedua, memberikan penjelasan terkait materi cerdas bermedia sosial yang didalamnya juga terdapat materi etika bermedia sosial. dalam penjelasannya, siswa-siswi diberikan pengetahuan mengenai arti media sosial, kegunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari dan penunjang pendidikan, serta menjelaskan dampak positif dan negatif yang ada di media sosial. selain itu, penulis juga menjelaskan dampak yang terjadi ketika media sosial tidak digunakan dengan bijak. penampilan video terkait cyber bullying juga dilakukan dan memberikan penjelasan lebih dalam kepada siswa-siswi tentang indikasi terjadinya cyber bullying tersebut. kemudian di akhir kegiatan, diberikan post-test dan dilanjutkan dengan tanya jawab serta diskusi.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, penulis berharap bahwa mereka mampu menggunakan media sosial dengan bijak dan mengakses informasi untuk menunjang pendidikannya. sehingga kegunaan HP buka hanya sekedar untuk hiburan tetapi juga sebagai alat mereka untuk berkreasi.


Penulis : Niken Restu M

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...