Langsung ke konten utama

Sang Pejuang Islam di Tanah Nasrani Pujiharjo Tirtoyudo


Situasi pandemi tak membatasi pelajar IPNU IPPNU untuk tetap melakukan pembelajaran, senantiasa berjuang dan meningkatkan ketaqwaan. Rombongan PAC IPNU IPPNU Kecamatan Pujon berkehendak melakukan sharing dan study banding ke daerah Tirtoyudo tepatnya di desa Pujiharjo yakni ke pantai Sipelot, pantai yang cukup familiar bagi warga nelayan dan warga sekitar Dampit, Tirtoyudo dan Ampelgading.


Perlu waktu kurang lebih 2 jam untuk sampai ke desa pujiharjo dari kawasan dampit, ditemani dengan medan yang cukup membuat badan pegal bagi pengendara motor, karena medan yang berliku dan curam.

Sebagai tuan rumah, PAC IPNU IPPNU Tirtoyudo telah mengkonsep sedemikian rupa agar acara terlaksana dengan mulus dan membawa manfaat. Sebelum berangkat ke pantai semua rombongan termasuk 26 personil dari pujon 2 dari dampit dan beberapa dari tirtoyudo terlebih dahulu dikumpulkan ke kediaman Ketua IPPNU PAC Tirtoyudo, setelah itu sekitar pukul 22:00 kami berangkat.

Sekitar 1,5 jam perjalanan akhirnya kami sampai di pantai Sipelot dengan Selamat. Sambutan hangat dari penduduk desa dan Beberapa anggota Banser dan Ketua Ansor sebagai bentuk penyambutan selamat Datang atas Sesama Saudara NU dimanapun berada.

Setelah kami datang, kami berkumpul di sebuah masjid yang berada disekitar pantai sipelot. Acara dikonsep untuk sharing, yaitu salah satu kisah inspiratif datang dari Bapak Syafi'in dan Bapak ketua Ansor yang telah 'babat alas' membangun daerah pujiharjo sehingga jika di kalkulasikan penduduk muslim di Desa ini mencapai 35% selebihnya adalah nasrani, banyak pula kisah manis pahit yang beliau-beliau alami akhirnya beliau berhasil mendirikan lembaga islam yang bernotabe pendidikan.

Pak syafi'in yang merupakan salah satu tokoh agama disana merupakan dalang real dalam rangka memperjuangkan islam di desa ini, beliau berhasil mengajak salah seorang pereman elite dan terkemal yang kini telah menjadi ketua Ansor NU. Selama 14 tahun perjuangan beliau-beliau membawakan hasil dan kini berbagai kegiatan keislaman mulai dari sholawat rutin Riyadlul Jannah mulai berjalan yang sebelumnya untuk menjalankan sholat saja telah mendapatkan intimidasi dari warga setempat.

Beliau berdua sendiri adalah warga pendatang, yang berasal dari demak dan madura, semoga beliau selalu panjang umur sehingga dapat melakukan syiar-syiar islam ke berbagai pelosok desa.

Singkat cerita, rombongan IPNU IPPNU melakukan makan-makan dengan menu makan khas orang pantai yaitu ikan bakar dan sambung pendirian tenda untuk istirahat.

Esoknya, kami menikmati udara pantai, tadabur alam dan menikmati nikmat Allah swt. Pukul 14:00 kami berangkat pulang setelah melakukan sharing keorganisasian PAC yang mencangkup PAC Tirtoyudo, Dampit dan Pujon. Sungguh luar biasa pengalaman yang didapat dari masing-masing PAC ini. Semoga kesemuanya mendapatkan keberkahan.


Aamiin...
Salam belajar, berjuang, bertaqwa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...