Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret 26, 2025

Temukan Indikasi Ijon Proyek, Zulham minta Pemkab Evaluasi Pengadaan Barang dan Jasa

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok menemukan indikasi bahwa praktik ijon proyek masih marak terjadi di Kabupaten Malang. Hal ini diduga terjadi dengan melibatkan oknum yang menjual kedekatan dengan kepala daerah atau menjual nama instansi tertentu dalam praktik jual beli proyek yang menguntungkan sekelompok orang. “Indikasi ini adalah temuan awal yang harus disikapi oleh pemkab. Apalagi pada masa triwulan pertama tahun anggaran ini biasanya proses pengadaan barang dan jasa mulai ada pengondisian terhadap rekanan,” ujar Zulham. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang itu menyatakan bahwa pengadaan barang dan jasa di Pemkab Malang masih rentan terhadap praktik korupsi. Salah satunya, kata Zulham, muncul sejumlah nama orang yang menjadi pemodal tunggal untuk ijon proyek. Modus yang dipakai pun beragam. Salah satunya, kata Ketua KNPI Kabupaten Malang itu, adalah dengan praktik monopoli proyek secara terselubung. “Ad...

Pikiran Ramadhan #25 : Menyikapi Bagi-Bagi Takjil Terkadang Salah Kaprah

Salah kaprah perbuatan baik menjadi kurang pas dalam konteks Bagi-Bagi takjil, bagi-Bagi takjil buka puasa gratis yang semula menjadi amal baik dibulan suci ramdhan kini sudah mengalami pergeseran arti. Hal itu karena Momentum acara ini sebagai ajang seremonial dan rutinitas dibulan suci ramdhan tanpa mempertimbangkan makna kontekstual. Dulu, bagi-bagi takjil itu memiliki dasar suatu hadis yang bermakna barang siapa yang memberi makanan buka puasa maka akan memperoleh pahala sesuai orang yang berpuasa tersebut. Namun sekarang sudah menjadi ajang seremonial, dokumentasi atau bahkan hanya menunjukkan eksistensi tanpa mempertimbangkan aspek mudharatnya. Pihal yang harusnya merasa bersalah dengan tulisan ini adalah panitia atau yang membuat konsep bagi-bagi takjil yang terkadang Salah kaprah tersebut, diantara kesalahan dalam pembagian takjil gratis itu yang membuat pergeseran makna diantaranya. Panitia tidak mempertimbangkan tempat yang strategis, kadangkala menurut panitia yang strategis...

Pikiran Ramadhan #26 :

 Perbedaan puasa ramadhan tahun ini dengan kemarin yang saya rasakan, tentunya ini semua memiliki perubahan menuju arah yang degradasi, karena bagi saya kita itu menuju degradasi akan terasa bagi saya. Ini tentu saya rasakan secara rutin, tidak hanya tahun ini saja, itulah yang kemudian membuat saya merasa miris. Degradasi pertama adalah masjid yang semakin sepi dengan anak kecil, ini tentu masalah besar bagi regenerasi pemuda kedepannya. Sebab masa depan bangsa ini akan dipegang oleh para pemuda, kalau pemuda saja sudah jauh dari masjid dan agamanya maka akan rusak pula ideologinya. Kedua adalah fenomena bagi takjil, ini tentu sudah pernah saya ulas detail di tulisan sebelumnya, bahwa pada intinya pembagian takjil kini sudah memiliki pergeseran makna. Kini mereka sebagian yang mengadakan bagi takjil hanya mementingkan eksistensialisme saja.  Ghirah kedatangan bulan suci ramadhan saja tidak sesakral dulu, penyambutannya sudah tidak Sumeria dulu, saya masih ingat dulu Momentum ...