Langsung ke konten utama

[SIAPA DIATAS KORONA]!!! Korona ciptaan Manusia sendiri? Adakah kepentingan disini?


Tak bisa dipungkiri serta telah menjadi rahasia publik bahwasanya virus korona adalah wabah virus yang sedang pandemi diseluruh penjuru dunia. Penyakit yang tiba-tiba muncul dan belum ada vaksin atau obat ini kerap ditakuti oleh semua makhluk hidup yang berjenis manusia.


Tak perlu panik, tetap waspada adalah kata yang sering keluar dari tokoh-tokoh kesehatan demi menetrisir keadaan, wabah ini menjadi perhatian serius bagi semua negara didunia. Tak hanya itu aktivitas individu mulai diatur oleh pemerintah guna memininalisir penyebaran wabah ini.

Disamping hiruk piuknya wabah ini, kita harus cerdas, banyak berfikir disamping fokus untuk mencegah agar tidak tertular oleh virus ini. Ini bukan masalah sepele, kita tahu sampai tempat yang paling afdhol didunia pun ditutup hanya karena masalah ini, banyak orang lebih memilih sholat dirumah sendiri- sendiri daripada berjamaah padahal di hadits telah disampaikan "andaikan kamu tahu pahala sholat shubuh dilihatkan didunia maka kamu akan berangkat meski dalam keadaan merangkak" ini kita masih membahas dalam konteks agama, belum dalam hal lain. Semua proses pendidikan dilakukan secara online dan individu, padahal dalam menuntut ilmu harus satu majelis dan terdapat guru. Sungguh ini wabah akhir zaman yang perlu kita pikirkan.

Atau mungkin disisi lain tuhan ingin bumi kita istirahat, tak bertarung dengan orang yang sedang mengeruk alam secara bebas, tak ingin menyangga orang yang berjalan demi kemaksiatan atau bahkan ini merupakan do'a dari seorang ibu yang telah lama tidak bertemu dengan anaknya, maka dengan inilah mereka dipertemukan.

Mari kita sisihkan waktu untuk merenung, apa dibalik ini semua siapa dibalik ini semua, dan mengapa dibalik ini semua. Ataukah ada kepentingan manusia sendiri disini atau yang lain.

Tetaplah beraktifitas tak perlu berebut masker, tak perlu fatanik kita semua sudah terikat takdir oleh tuhan, lakukan amaliah agama seperti sedia kala, sholat berjamaah, tahlilan, salaman dengan sesama manusia, peringatan isra' mi'raj dan lain sebagainya. Jangan sampai karena ini kita lalai akan kewajiban kita, ingat tuhan kita adalah Allah Swt bukan korona jadi kita jangan sampai mempertuhankan penyakit ini yang sama sekali tidak memberikan dampak bagi kita kelak di akhirat.

Disisi lain jika virus ini tak kunjung selesai maka ummat islam akan celaka, artinya apa kedepan kita akan menghadapi bulan suci ramadhan. Disini orang muslim akan benar-benar diuji yang biasanya melakukan puasa akankah tetap berpuasa disamoing harus tetap menpertahankan kekebalan tubuh, akankah ummat islam masih tarawih disamoing harus menjauhi keramaian ini semua akan terjawab nanti, kita semua tidak mengetahuinya apakah masalah ini akan segera terselesaikan atau malah sebaliknya lebih parah.

Yang pasti semoga kita dimatikan dalam khusnul khatimah, toh kita mati karena korona tak mengapa asal khusnul khatimah.






Eko Rudianto, 2020.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...