Langsung ke konten utama

Sinergi Mahasiswa KKN-T UNIRA Malang Kelompok 11 dengan Pemdes dan Warga Banjarsari

 


MALANG I JATIMSATUNEWS.COM: Dalam mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi bagian ketiga yaitu Pengabdian Masyarakat maka 
LPPM Universitas Islam Raden Rahmat Malang mengadakan program tahunan bagi mahasiswa semester 5 yaitu Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dengan mengusung tema Akselerasi dan Sinergi Multi Pohak Terhadap Ketahanan Pangan dan Mitigasi Bencanayang terdiri dari 20 kelompok pada 20 desa (D20) di 12 kecamatan di Kabupaten Malang.Dari 2 fokus tema yaitu Ketahanan Pangan dan Mitigasi Bencana ini diharapkan dapat memberikan transformasi positif terhadap ekonomi dan penanggulangan bencana di 20 Desa.

Pada minggu pertama tepatnya 5 hari kelompok 11KKN-T D20 mulai membaur dan aktif dalam setiap lekuk rutinitas warga terutama di daerah Dusun Krajan, Desa Banjarsari yang mana menjadi lokasi posko putra dan putriKelompok Kami disambut hangat oleh Ibu Hj, Siti Mu’awanatul Hasanah, S.Pd selaku Kepala Desa Banjarsari.Tiga hari yang lalu di kediaman beliaupada Rabu 11 Januarimomen penyerahan kelompok 11 KKN-T UNIRA Malang kepada pihak Desa Banjarsari namun Kepala Desa berhalangan hadir dan diwakilkan oleh perangkat desa lainnya seperti Sekretaris Desa Pak Angga dan Kepala Dusun Krajan Bapak Sugeng yang dikawal dan dipandu oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Bapak Melani Albar, M.Pd.I yang berjalan lancar dan mendapat apresiasi positif sertaarahan terkait kebutuhan masyarakat Desa Banjarsari pada berbagai sektor. Kepala Desa Banjarsari Ibu Hj, Siti Mu’awanatul Hasanah, S.Pd berpesan bahwa terkait program kerja yang akan  dikerjakan berjalan sesuai dengan harapan dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

Kelompok 11 yang diterjunkan di Desa Banjarsari memilih fokus program kerja yaitu Ketahanan Pangan (ekonomi) yang mana di Desa Banjarsari terkenal dengan sentra tape dan beberapa produk unggulan lainnya seperti tahu sutra, jipangtempe gembus (menjes), bakpia kering dan lain-lain. Namun sentuhan yang akan diberikan KKN-T UNIRA Kelompok 11 yang terdiri dari 14 Mahasiswa/i difokuskan pada produsen yang masih tergolong home industr(Skala Rumah Tangga) yang masih merintis dan terbatas produksinyaHal ini bertujuan agar produsen yang tak terekspos bisa tetap survive menghadapi dinamika ekonomi pasca pandemi. Namun tak hanya pada sektor perekonomian saja yang akan digarap mahasiswa/i kelompok 11, akan tetapi juga pada sektor sosial dan agama yaitu menghidupkan nilai-nilai spiritual keagamaan seperti bersih tempat ibadah, rutinan warga (tahlil, yasin, diba’, sholawatan), pengabdian di TPQ dan merawat kultur budaya setempat. Kemudian pada sektor pendidikan juga akan membantu di sekolah terkait administrasi dan hal-hal yang dibutuhkan pihak sekolah di luar pengajaran di kelas dan pada sektor lingkungan KKN-T Kelompok 11 ikut andil dalam kegiatan bersih jalan yang bersinergi dengan pemuda Karang Taruna Dusun Krajan Desa Banjarsari dan Warga Banjarsari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...