Langsung ke konten utama

Caknun dan Ari Lasso Tampil di UM Bareng, Warga Lebih Pilih Mana ?

 


MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Ari Lasso dan Caknun akan menggelar kegiatan pada waktu dan tempat yang sama, yaitu pada 24 Juni 2023. Hanya saja Ari Lasso bertempat di Graha Cakrawala sedangkan Caknun Bertempat di Lapangan Fakultas Kedokteran. Warga Malang dan sekitarnya tentu menyambut baik para idolanya tersebut kedatangan tokoh nasional yakni penyanyi maestro Indonesia Ari Lasso dan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) seniman, budayawan senior Indonesia merupakan hal yang unik, karena bisa melihat minat warga terhadap kedua acara tersebut. 

Ari Lasso dikabarkan menggelar konser 3 Dekade Perjalanan Cinta Ari Lasso dengan bintang perform Mulan Jameela, sebelumnya kegiatan tour konser ini sukses dilaksanakan di Solo dan Surabaya. 

Sedangkan, Jamaah Maiyah besutan cak Nun tersebut menggelar acaranya bersama pejabat DJP Kanwil Jatim II, tentunya akan membuka pemikiran diskusi mengenai Perpajakan, mengajak serta mengedukasi pentingnya pajak. 

Beberapa fakta unik terlihat perbedaan dari acara tersebut yang akan kita bahas satu persatu dari masing-masing kegiatan tersebut, tentu semua bisa dibahas dari berbagai prespektif dan motiv kegiatannya. 

Berikut ini perbedaannya, Konser 3 Dekade Perjalanan Cinta Ari Lasso ini gelar dengan menawarkan harga tiket mulai dari golongan Festival senilai Rp. 650.000, Kategori Tribun A senilai Rp. 500.000, kemudian kategori Tribun B senilai Rp. 400.000 sangat fantastis bukan, sedangkan Ngaji Bareng Maiyah terbuka secara gratis, konser Ari Lasso ini dilaksanakan di Gedung Graha Cakrawala UM yang telah menjadi langganan ditempati konser papan atas.

Maiyah dilaksanakan secara terbuka di Lapangan dan duduk santai bersama, bebas menikmati dan membawa makanan, merokok dan lain sebagainya sesuai selera. Sedangkan konser Ari Lasso ini diperiksa dengan ketat menggunakan protokol, anatara lain pengunjung harus masuk sesuai dengan tiket yang dipesan, meskipun telah membeli tiket kategori festival yang harganya lebih mahal namun peserta harus berdiri dan tidak diperbolehkan pindah, karena di tribun sudah disetting sesuai nomor, pengunjung juga diperiksa hanya sebuah korek api saja dilarang untuk dibawa masuk.

Diluar dari aturan dan fasilitas tersebut, nyatanya setiap kegiatan yang digelar memiliki jamaah atau penggemar masing-masing, dilihat dari kuantitasnya pada konser Ari Lasso memang penuh mulai dari Tribun A, Tribun B dan Area Festival/ VIP, tetapi ngaji maiyah juga berhasil memenuhi lapangan A2, atau dulu disebut rektorat lama yang kini menjadi Fakultas Kedokteran. 

Salah satu penonton Konser 3 Dekade Ari Lasso dan Maiyah dalam satu waktu itu mengaku hadir dikedua acara tersebut, hanya saja saat konser Ari Lasso menyanyikan lagu ke-3 nya dia berajak untuk hadir di Acara Caknun tersebut, dia mengungkapkan perbedaan dari acara tersebut. 

"Saya hadir di kedua acara tersebut acara cukup kontras, disini kita lebih santai dari pada di konser Ari Lasso yang keamanannya tinggi, selain itu, maiyah juga kan gratis. Yang paling penting di ngaji Maiyah ini, bisa memutar roda ekonomi, dimana pedagang kecil bisa jualan di tengah acara berlangsung" ungkap Chasbi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...