Langsung ke konten utama

New! Dosen Kimia UM Sukses Lakukan Pelatihan Pembuatan Sirup Glukosa Inovatif dari Buah Sukun, Cocok untuk Penderita Diabetes

 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Untuk bisa melakukan berbagai aktivitas, manusia tentu membutuhkan suatu energi. Sumber utama energi tubuh manusia salah satunya adalah glukosa, dan glukosa dapat ditemukan dalam sayuran ataupun buah-buahan seperti halnya buah sukun. Malang merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang memiliki potensi penghasil buah sukun terbesar. Berbagai cara pengolahan buah sukun sudah banyak dilakukan oleh masyarakat mulai dari digoreng, dikukus, dipanggang, dan lain-lain. Namun masih belum banyak ditemukan masyarakat memanfaatkan buah sukun untuk menjadi produk baru seperti halnya sirup glukosa. Hal ini membuat Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen Kimia UM, Hanumi Oktiyani Rusdi, S.Pd., M.Si., Dr. Irma Kartika Kusumaningrum, S.Si., M.Si., dan Dr. Yudhi Utomo, S.Si., M.Si. tergerak untuk melaksanakan pelatihan pembuatan sirup glukosa dari buah sukun. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat mendapatkan pendanaan dari dana internal UM.

“Pengabdian ini dapat dilakukan berawal dari adanya permintaan masyarakat untuk membuat olahan buah sukun menjadi produk lain yang belum ada dipasaran, kemudian mendapatkan ide untuk mengolahnya menjadi sirup glukosa karena buah sukun memiliki kandungan pati” ungkap Hanumi selaku ketua tim.

“Buah sukun merupakan buah tropis yang tumbuh subur di Indonesia terkhusus di wilayah Malang” imbuhnya. 

Pengabdian dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 4 Agustus 2023 yang bertempat di Cafe Jotaz. Adapun peserta pelatihan pembuatan sirup glukosa dari buah sukun ini adalah para Tenaga Pengajar LKP Jotaz Education, Kota Malang. Dalam pengabdian ini, terdapat lima mahasiswa yang dilibatkan diantaranya adalah Adel, Fala, Afif, Hikmatul Khasanah, dan Iqbal. Ke lima mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa prodi S1 Kimia angkatan 2019 dan 2020.

Para peserta sangat antusias mengikuti serangkaian acara pelatihan pembuatan sirup glukosa dari buah sukun. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Ibu X selaku perwakilan dari Komunitas Jotaz Education kemudian dilanjut sambutan dari Hanumi Oktiyani Rusdi, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat. Dilanjutkan pemaparan materi terkait pengolahan buah sukun menjadi produk baru yang bernilai ekonomis yaitu sirup glukosa yang disampaikan oleh Hanumi Oktiyani Rusdi, S.Pd., M.Si. “Sirup glukosa merupakan produk cair yang mengandung glukosa, yaitu gula sederhana yang merupakan sumber utama energi bagi tubuh manusia. Produksi sirup glukosa melibatkan hidrolisis pati menjadi glukosa, dan kemudian dipekatkan menjadi sirup” pungkasnya menjelaskan apa sebenarnya yang dimaksud dengan sirup glukosa.

Tidak hanya pemaparan materi, namun terdapat praktik untuk membuat sirup glukosa secara langsung yang dapat diikuti oleh para peserta. Para peserta mendapatkan satu paket alat dan bahan yang sudah disiapkan oleh tim agar bisa mempraktikkan kembali dirumah masing-masing, selain itu peserta juga mendapatkan satu botol sirup yang sudah berhasil dibuat oleh Ibu Hanumi. Acara berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir, dan ditutup dengan foto bersama. 

“Harapan saya, semoga pengabdian yang sudah dilakukan bisa bermanfaat untuk masyarakat sebagai ide baru untuk mengolah buah sukun menjadi produk gula yang lebi sehat dan cocok dikonsumsi bagi penderita diabetes” ungkap Hanumi akan harapannya.

Selain itu dari pihak komunitas Jotaz Education menerima dengan baik akan pengabdian yang sudah dilakukan oleh dosen Kimia UM beserta mahasiswa yang turut membantu. 

“Bagus, sangat bermanfaat bagi kami dan ini merupakan inovasi baru karena ternyata buah sukun bisa diolah menjadi sirup glukosa yang lebih sehat” ungkap Puspa sebagai Ketua LKP Jotaz mengenai pengabdian kepada masyarakat yang sudah dilaksanakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Menyala! Siswa Kelas 9B SMP Ibnu Rusyd Dampit Tampilkan Tarian Khas Lombok Damar Mesunar pada Malam Puncak Gelar Budaya Nusantara P5

  MALANG | JATINSATUNEWS.COM :  Melalui pertunjukan tari siswa kelas 9B SMP Ibnu Rusdy Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Manaf Dampit berkreasi dengan bebas. Nyatanya kreasi mereka harus diakui oleh kedua jempol tangan karena berhasil menyita perhatian para pengunjung panggung pertunjukan dengan seni tari yang dibawakan.  Lengkap dengan segala aksesoris yang melekat pada tubuh penari, gerakan tarian serta ekspresi yang dikeluarkan oleh mimik wajah menambah watak dan karakter semakin hidup. Pencahayaan yang dipilih serta musik pengiring juga telah menambah kuat pesan moral yang ingij disampaikan oleh penari kepada penonton.  Tari Damar Mesunar adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tarian ini menggambarkan kehidupan masyarakat yang sarat akan semangat gotong royong, persatuan, dan kekuatan alam. “Damar” merujuk pada lampu atau pelita, sedangkan “Mesunar” dalam bahasa Sasak berarti menyala atau bersinar. Melalui simb...
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai lembaga negara yang bertugas mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan di sektor jasa keuangan, sekaligus mengatur dan mengawasi kegiatan di sektor perbankan, pasar modal, dan sektor jasa keuangan non-bank, serta memberikan perlindungan dan edukasi bagi investor dan masyarakat luas terkait layanan jasa keuangan. Melaksanakan kegiatan penyuluhuan keuangan bertajuk 'waspada pinjaman online ilegal' terhadap masyarakat kecamatan Dampit, yang bekerjasama dengan Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia Kecamatan Dampit pada sabtu, (14/8/24).  Diikuti oleh 250 peserta dari dari perwakilan unsur organisasi diseluruh wilayah kecamatan dampit, yang berada dibawah naungan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Dampit dan tokoh masyarakat, acara ini digelar di Gedung Serbaguna Kantor Desa Pojok Kecamatan Dampit.  Tampak hadir sebagai mitra OJK, yaitu Muspika kecamatan Dampit yang terdiri dari Camat Dampit, Kapolsek Dampit, Danramil...