Langsung ke konten utama

Candi di tengah Pemakaman Karangbesuki, Sambil Ziarah Sambil Menelisik Sejarah Gasek

 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Kelurahan Karangbesuki menyimpan beragam sejarah diantaranya adalah Candi Karanngbesuki selain candi Badut yang masih satu kelurahan dan Prasasti Dinoyo. Lantaran berada di dusun Gasek Kelurahan Karangbesuki Kecamatan Sukun Kota Malang, maka banyak orang menyebutnya candi gasek. 

Diketahui Situs Candi Karangbesuki masuk sebagai benda cagar budaya yang tertuang dalam UU No. 5 Th 1992 pasal 1 Ayat 2 Tentang Benda Cagar Budaya. Candi Karangbesuki sekarang tinggal sebuah struktur pondasi dari batu andesit. Dahulu waktu ditemukan kaki candinya masih ada. Candi Ini merupakan candi agama Hindu disekitarnya ditemukan Yoni dan Arca Ganesya, sedangkan arca Agastya ditemukan tidak jauh dari lokasi candi tersebut, serta fragmen batu-batu Candi bagian atas. 

Dilihat dari hiasan serta gaya arca-arcanya, candi Karangbesuki diduga sejaman dengan candi Badut yang lokasinya hanya berjarak kuranglebih 750 meter arah selatan candi Karangbesuki. Dengan demikian situs candi Karangbesuki diduga merupakan produk jaman kerajaan Kanjuruhan abad 8 Masehi. Prasasti Dinoyo batit ke 4 menyebutkan dibangunnya sebuah tempat suci untuk memuliakan resi Agastya yang berguna sebagai tempat untuk menghilangkan penyakit dan malapetaka. Dengan demikian tempat tersebut tentunya tempat untuk keselamatan. Sedangkan kata "Karang Besuki" artinya adalah "Daerah/ tempat keselamatan" 

Candi ini ditafsirkan berusia ratusan tahun, banyak sumber mengatakan bahwa candi ini seumuran dengan candi Badut pada abad ke-8. Candi ini disebut sebagai tempat pemujaan dan sesuai namanya Karang yang berarti tempat dan Besuki yang berarti keselamatan. 

Selain itu, situs dilindungi ini berada ditengah perkotaan dan dikelilingi pemakaman umum warga karangbesuki. Meskipun tidak lagi utuh bentuk bangunan candi tersebut namun masih bisa melihat beberapa fosil. Tanpa biaya, pengunjung bisa melihat peninggalan ini secara gratis. Akses masuknya pun mudah yaitu roda 4 serta terdapat parkir yang luas. 

Banyak pengunjung yang datang sambil berziarah ke makam yang ada disekitar candi. Disisi lain pengunjung juga melihat pemandangan yang indah berupa perbukitan yang berada ditengah kota. Salahsatunya adalah peziarah bernama Nur Hamid Abdissalam. 

"Sambil ziarah disini, saya mendapatkan pengetahuan mengenai candi Badut. Selain itu, udaranya disini enak dan terdapat pemandangan disebelah utara yang indah". Ujar Hamid.

Untuk menjaga kelestarian lingkungan situs bersejarah ini Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Provinsi Jawa Timur memasang rambu-rambu larangan, diantaranya  dilarang merusak/ merubah fungsi dan bentuk cagar budaya. Dilarang mencuri atau memperjualbelikan cagar budaya. Dilarang memindahkan, membawa, memisahkan, memugar cagar budaya, tanpa seizin instansi terkait. Dilarang mencoret-coret cagar budaya di lokasi situs. Dilarang mengotori/ membuat onar di situs cagar budaya. 

Barangsiapa yang melanggar larangan tersebut akan dikenakan sanksi sesuai pasal 101 s/d 112 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya Dengan Pidana Penjara Sekurang-kurangnya 1 Tahun dan Setinggi-tingginya 15 Tahun atau Denda Sekurang-kurangnya 500.000.000,- (LIMA RATUS JUTA RUPIAH) dan Setinggi-tingginya 2.500.000.000,- (DUA MILIYAR LIMA RATUS JUTA RUPIAH).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...