Langsung ke konten utama

Air Mineral Cahaya Al Miftah, Upaya Membangun Ekonomi Keumatan

 


JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM : Awal mula pendirian pabrik air minum dalam kemasan Cahaya Al Miftah merupakan inisiatif RKH Mohammad Muddattsir Badruddin (Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen). Inisiatif tersebut didasarkan oleh adanya sumber air yang melimpah, kebetulan lokasinya berada di dekat salah satu usaha Pondok Pesantren Miftauhul Ulum Panyepen juga.

Sempat ada tawaran dari salah satu warga Bandung untuk mengambil alih sumber air itu untuk dikelola. Namun, dengan tekat yang kuat beliau ‘RKH Mohammad Muddattsir Badruddin memutuskan untuk mengelola sendiri sebagai usaha pondok pesantren. Adapun tujuan lain dari pendirian usaha air minum dalam kemasan ini sebagai pengembangan ekonomi keumatan dengan memberdayakan santri dan alumni.

Awal pembangunan pabrik dimulai pada tahun 2019 hingga 2021. Selama proses tersebut bukan hanya pembangunan infrastruktur pabrik namun juga dilakukan upaya trial product hingga perizinan administrasi baik mengenai administrasi perusahaan dan administrasi produk. Pada bulan November 2021 akhirnya dilakukan launching produk yang telah mendapatkan izin SNI dan BPOM.

Kemasan Air Minum Cahaya Al Miftah memiliki ciri khas, ada tulisan “jangan lupa baca bismillah” pada kemasan ini, dengan harapan orang ingat untuk membaca basmalah dulu ketika minum air, hal itupun juga sebagai bentuk pengamalan hadist Nabi tentang tatacara makan dan minus supaya rizki yang dikonsumsi menjadi berkah. Hal tersebut juga merepresentasikan kalau air minum ini produk memiliki nilai islami”, kata HRD AMDK Al Miftah. Dengan begitu sasaran utama pembeli dari produk ini yaitu masyarakat yang merupakan alumni pesantren dan kalangan nahdliyin serta tidak bisa dipungkiri masyarakat umum juga menjadi objek sasaran penjualan air minum al miftah.

Distribusi air minum al miftah sudah tersebar secara nasional dan local. Diantaranya untuk daerah local meliputi daerah di Kabupaten Lumajang, Jember, dan Bondowoso. Bahkan untuk skala nasional sudah melalukan pengiriman satu truk tronton (membawa 3200 kardus) ke Jakarta dan satu truk (800 kardus) ke Bali. Distribusi ini memanfaatkan jaringan alumni dan santri serta simpatisan bahkan memanfaatkan mitra yang membuka depo.

Kemasan produk ini disajikan dengan beragam kemasan meliputi gelas 220 ml dan kemasan botol 600 ml. HRD AMDK Cahaya al miftah mengatakan bahwa harga produknya cukup  murah dibandingkan produk lain.

Pabrik air minum ini menggunakan satu mesin filling cup dengan kapasitas 4 line. Seluruh proses produksi dilakukan oleh 10 orang karyawan dengan di bagi 2 shift pagi dan malam. “Pada shift pagi dari pukul 8 hingga pukul 4 sore menghasilkan 750 pcs sedangankan shift malam dari pukul 5 sore hingga pukul 12 malam menghasilkan 650 pcs”, ucap HRD sekaligus menunjukkan proses produksi dan packing. Dalam sehari pabrik ini menghasilkan 1400 dus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...