Langsung ke konten utama

Desain Baru Kemasan Ecogreen Packaging di Kampung Industri Tempe Sanan, Inovasi Ramah Lingkungan Berkelanjutan

 


MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Inovasi eco-green packaging menjadi program yang saat ini tengah digalakkan oleh banyak industri di negeri ini, sebagai upaya untuk menjaga lingkungan. Hal inipun juga turut dilakukan oleh pelaku industri tempe di Kampung Sanan, Kota Malang. Penggunaan eco-green packaging di industri tempe Kampung Sanan sebenarnya sudah mulai dirintis sejak tahun 2023 dan terus dilakukan pembaharuan dan pengawasan oleh tim pengembang dari mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), Eka Putri Surya, S.Pd., dan tim. Inovasi ini tidak hanya menjaga kualitas tempe yang dikemas, tetapi juga memperpanjang masa simpannya, sambil tetap mempertahankan nilai-nilai keberlanjutan. Dengan begitu, Ecogreen Packaging mendukung ekonomi sirkular dan meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan produsen dan konsumen tempe.

Kegiatan di tahun kedua yang dimulai pada Kamis (22/08/2024) ini memiliki fokus untuk mengembangkan dan memproduksi kemasan ramah lingkungan yang tidak hanya fungsional tetapi juga estetik. Proyek ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 9, yang menekankan pentingnya industri, inovasi, dan infrastruktur.

Eka juga menyatakan bahwa upaya ini juga bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memberikan solusi kemasan yang berkelanjutan.

"Kami berharap dengan adanya kemasan Ecogreen Packaging, produk tempe dari Kampung Sanan dapat bersaing di pasar yang lebih luas dan turut serta dalam upaya menjaga lingkungan," ungkapnya.

Memasuki tahun kedua, tim dari UM telah mencapai kemajuan signifikan dengan meningkatkan kapasitas produksi Ecogreen Packaging dan memperkenalkan teknologi baru yang lebih efisien dalam proses pembuatannya. Peningkatan ini memungkinkan produksi kemasan ramah lingkungan dalam jumlah yang lebih besar dan dengan kualitas yang lebih baik. Selain itu, tim juga memberikan pelatihan intensif kepada para produsen tempe di Kampung Sanan, menekankan pentingnya beralih ke kemasan ramah lingkungan. Pelatihan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga mengedukasi tentang manfaat jangka panjang, seperti pengurangan limbah dan peningkatan daya saing produk di pasar.

Program ini mengintegrasikan pendekatan teknis dengan partisipasi aktif masyarakat setempat, memastikan bahwa setiap tahap pengembangan Ecogreen Packaging melibatkan mereka secara langsung. Dengan melibatkan warga, program ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap inovasi yang dihasilkan, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian penting dari proses perubahan. Melalui pelatihan, diskusi, dan kolaborasi, masyarakat diajak untuk memahami pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan dan berperan aktif dalam upaya pengurangan limbah plastik. Pendekatan ini memperkuat komitmen kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi lokal.

Dengan adanya dukungan penuh dari UM dan semangat kolaboratif dari masyarakat Kampung Sanan, diharapkan kemasan Ecogreen Packaging dapat menjadi model bagi industri lainnya di Indonesia. Program ini juga menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi antara akademisi dan industri lokal dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi banyak pihak.


Pewarta: Luthfi Maulida Rochmah - Mahasiswa UM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...