Langsung ke konten utama

Kembangkan C3AVM Sebagai Produk Unggulan, Tingkatkan Daya Saing Kampung Tempe Sanan

 


MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Inovasi dalam industri tempe menjadi kunci untuk tetap relevan di tengah persaingan. Dengan memperkenalkan proses produksi yang lebih efisien, diversifikasi produk, dan teknologi audio-visual, industri ini dapat menarik konsumen modern. Inovasi seperti kemasan interaktif yang menceritakan proses pembuatan tempe atau memberikan tips memasak, menciptakan hubungan emosional antara konsumen dan produsen yang akan meningkatkan jumlah pembelian produk. Belajar dari hal tersebut, Annisa Ayu Salsabila, S.Pd., dan timnya memberikan pelatihan pengembangan community created ceramic audio visual (C3AVM) bagi para pelaku industri tempe Kampung Sanan, Kota Malang.

Pelatihan yang digelar pada Kamis (22/08/2024) ini memiliki tujuan menjadikan produk C3AVM menjadi ikon baru yang meningkatkan daya tarik wisata, layak hilirisasi dan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal.

"Maskot yang dihasilkan dari program ini memiliki nilai tambah yang tinggi karena menggabungkan unsur budaya lokal dengan teknologi audio visual yang modern. Hal ini memperkaya nilai produk dan memperkuat tempe sebagai warisan budaya yang relevan dengan masa kini. Inovasi tidak hanya membantu industri tempe bertahan, tetapi juga berkembang dan menginspirasi generasi berikutnya," ungkap Annisa.

"Kami berharap bahwa melalui program ini, masyarakat Kampung Sanan dapat mencapai peningkatan kesejahteraan ekonomi yang signifikan, sekaligus menjaga dan melestarikan budaya lokal yang telah menjadi identitas mereka. Program ini dirancang untuk memberdayakan warga dengan memberikan akses ke keterampilan, pengetahuan, dan teknologi yang diperlukan untuk mengembangkan potensi ekonomi kampung secara berkelanjutan. Selain itu, dengan mengintegrasikan aspek budaya dalam setiap inisiatif, program ini bertujuan untuk memastikan bahwa tradisi dan nilai-nilai lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya, sehingga Kampung Sanan dapat berkembang sambil tetap menjaga akar budayanya," imbuhnya.

Program pengembangan dan pelatihan ini diharapkan tidak hanya berhenti sampai di sini. Annisa Ayu Salsabila dan timnya berencana untuk terus mengadakan workshop dan pelatihan berkelanjutan bagi masyarakat Kampung Sanan agar mereka dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka.

Dengan produk unggulan seperti Karya Maskot Sanan Interaktif, Kampung Tempe Sanan kini memiliki peluang lebih besar untuk dikenal luas, tidak hanya sebagai sentra produksi tempe, tetapi juga sebagai pusat industri kreatif yang inovatif dan berkelanjutan. Produk ini menjadi simbol dari perpaduan antara tradisi dan inovasi, memperkuat citra kampung sebagai tempat di mana warisan kuliner bertemu dengan teknologi dan kreativitas modern. Ini membuka peluang bagi Kampung Tempe Sanan untuk menarik perhatian lebih banyak wisatawan, mitra bisnis, dan pencinta budaya, menjadikannya ikon industri kreatif yang mampu bersaing di pasar global.

 

Pewarta: Luthfi Maulida Rochmah - Mahasiswa UM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...