Langsung ke konten utama

Mahasiswa UM Kembangkan Produk Wisata Edukasi Tempe "NAVIKASA" dengan Teknologi Futuristik

 


MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Dalam rangka menyambut Indonesia Emas 2045, generasi bangsa harus turut andil untuk terus menciptakan inovasi yang bersifat berkelanjutan. Hal ini juga dilakukan oleh Eka Putri Surya, salah satu mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang telah berhasik mengembangkan produk NAVIKASA: Pengembangan dan Komersialisasi Produk Unggulan Wisata Edukasi Tempe Melalui Futuristic Interactive Carpet Products Sebagai Buah Tangan Produk Unggulan Edukasi Industri Terintegrasi Game Based Learning, Problem Based Learning, dan MDA Framework. Inovasi ini bertujuan untuk menciptakan produk edukasi tempe yang inovatif dan menarik bagi wisatawan melalui teknologi karpet interaktif futuristik, yang menggabungkan pembelajaran berbasis game, pemecahan masalah, dan kerangka kerja MDA (Mechanics, Dynamics, Aesthetics).

Proyek NAVIKASA berfokus pada pengembangan produk karpet interaktif futuristik yang dirancang untuk digunakan dalam wisata edukasi tempe ini telah dirangcang sejak awal tahun 2024 dan secara resmi diluncurkan pada Jum`at (23/08/2024) di Kampung Industri Tempe Sanan.

"Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang menarik dan menyenangkan bagi wisatawan, sekaligus mempromosikan tempe sebagai produk unggulan Indonesia. Dengan teknologi ini, wisatawan dapat belajar tentang sejarah, proses produksi, dan manfaat tempe dengan cara yang lebih engaging dan imersif," jelas Eka.

Proses develop NAVIKASA ini melibatkan kolaborasi antara ahli teknologi, desainer grafis, dan pakar pendidikan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan tidak hanya menarik secara visual tetapi juga mendidik dan bermanfaat. 

"Kami memastikan bahwa setiap elemen dalam karpet interaktif ini dirancang untuk mendukung pembelajaran berbasis game dan pemecahan masalah, serta menggabungkan aspek mekanika, dinamika, dan estetika dari kerangka kerja MDA," ungkap Eka.

Proyek ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi industri wisata edukasi di Indonesia. Dengan menggunakan teknologi karpet interaktif, industri dapat meningkatkan daya tarik dan nilai edukatif dari destinasi wisata mereka, serta menciptakan pengalaman yang lebih kaya dan bermakna bagi wisatawan. Selain itu, produk ini dapat menjadi buah tangan unik yang mempromosikan tempe sebagai bagian dari warisan kuliner Indonesia.

"Kami percaya bahwa inovasi NAVIKASA yang mengkolaborasikan antara bidang pendidikan, teknologi dan wisata kuliner akan mampu membawa dampak postifi bagi masyarakat Indonesia. Dengan memanfaatkan teknologi terbaru dan pendekatan pembelajaran yang inovatif, para pendidik dan pelaku industri dapat meningkatkan keterampilan mereka dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan pariwisata dan pendidikan," pungkas Eka.

Dengan demikian, Universitas Negeri Malang terus berperan aktif dalam memajukan pendidikan dan pariwisata melalui inovasi dan pengabdian kepada masyarakat, memastikan bahwa setiap wisatawan mendapatkan pengalaman belajar yang terbaik dan paling relevan.

 

Pewarta: Luthfi Maulida Rochmah - Mahasiswa UM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...