Langsung ke konten utama

Pengembangan Komik AR untuk Pembelajajran Sejarah dan Seni

 


MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Konsep Merdeka Belajar yang dilegalisasi oleh Mendikbud RI telah memberikan kebebasan kepada guru maupun murid untuk menentukan cara belajarnya, namun harus tetap selaras dengan visi utama "mencerdaskan generasi bangsa".  Berangkat dari hal tersebut, banyak para akademisi yang mulai berinovasi untuk menciptakan iklim pendidikan yang berkualitas. Hal ini juga mendorong Alby Aruna, S.Pd., salah satu mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) untuk mengembangkan media belajar komik interaktif berbasis Augmented Reality (AR) yang ditujukan untuk anak usia dini. Komik ini untuk pertama kalinya dikenalkan pada Jum`at (23/08/2024) di TK Laboratorium UM.


Produk ini diharapkan menjadi media pembelajaran yang efektif dalam memperkenalkan kebudayaan kepada anak-anak sejak usia dini. Dengan memanfaatkan teknologi augmented reality (AR), buku komik interaktif ini dirancang tidak hanya untuk menghibur tetapi juga untuk mendidik, menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermanfaat. AR memungkinkan anak-anak berinteraksi langsung dengan berbagai elemen sejarah, seni, dan kebudayaan yang diangkat dalam cerita, seperti tarian tradisional, bangunan bersejarah, atau tokoh-tokoh penting.

"Buku komik interaktif ini dirancang tidak hanya untuk menghibur tetapi juga untuk mendidik. Dengan teknologi AR, anak-anak dapat berinteraksi langsung dengan elemen-elemen sejarah dan seni yang diangkat dalam cerita, memberikan pengalaman belajar yang lebih imersif dan menarik. Ini sejalan dengan tujuan menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas, sesuai dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4," jelas Alby.


"Kami melihat bahwa teknologi dapat menjadi jembatan yang efektif untuk menyampaikan materi pendidikan yang kadang dianggap membosankan. Dengan AR, kami berharap anak-anak bisa lebih terlibat dan tertarik untuk belajar," imbunya.

Proses pengembangan buku ini melibatkan pelatihan intensif dan kolaborasi dengan berbagai ahli di bidang pendidikan, seni, dan teknologi. Selain itu, produk ini juga akan disebarkan melalui berbagai platform, baik secara digital maupun cetak, sehingga dapat diakses oleh lebih banyak anak-anak di seluruh Indonesia.

"Kami ingin semua anak di Indonesia bisa mengakses Komik berbasis AR yang berisi tentang seni dan sejarah ini. Karena karya ini murni kami dedikasikan untuk pengembangan mutu pendidikan," pungkasnya.

Melalui inovasi ini, anak-anak diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang sejarah dan seni, tetapi juga belajar menghargai warisan budaya sejak usia dini. Teknologi interaktif yang diterapkan memungkinkan mereka untuk mengalami budaya secara langsung, membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan bermakna. Dengan terlibat secara aktif, anak-anak dapat mengembangkan rasa hormat dan apresiasi terhadap kekayaan budaya, mendorong mereka untuk menjaga dan melestarikan warisan ini di masa depan. Pendekatan ini diharapkan membentuk generasi yang lebih sadar dan bangga akan identitas budaya mereka.

 

Pewarta: Luthfi Maulida Rochmah - Mahasiswa UM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...