Langsung ke konten utama

Revolusi Pendidikan Seni Budaya untuk Anak Usia Dini dengan Edukit 3D Hologram

 


MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Dalam era digital ini, teknologi memegang peranan penting dalam menciptakan metode pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan mampu menjawab tantangan zaman. Pendidikan masa depan tidak lagi hanya bergantung pada metode pengajaran konvensional.

Dalam upaya untuk memajukan pendidikan, terutama dalam bidang seni budaya, karena hanya sebagai muatan lokal dan jarang diminati siswa, tim peneliti dari Universitas Negeri Malang (UM) yang diketuai oleh Abdul Rahman Prasetyo, S.Pd., M.Pd., mengembangkan sebuah inovasi revolusioner berupa Edukit 3D Hologram, kegiatan dini dilaksanakan di TK Laboratotium UM pada Kamis, (21/08/2024). 

Proyek revolusioner yang diluncurkan pertama kali   bertujuan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan menyenangkan bagi anak-anak usia dini. Melalui perangkat Hologram Kit, yang dilengkapi dengan sampel video pembelajaran seni budaya berbasis teknologi 3D Audio Visual, anak-anak tidak hanya diajak untuk memahami seni budaya melalui visualisasi yang menarik, tetapi juga didorong untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran melalui interaksi dengan konten holografis.

"Inovasi ini muncul dari kebutuhan untuk menciptakan infrastruktur pembelajaran yang lebih canggih dan responsif terhadap kebutuhan anak-anak di era digital. Dengan Edukit 3D Hologram, anak-anak dapat belajar seni budaya dengan cara yang jauh lebih menarik dibandingkan metode tradisional. Anak-anak tidak hanya melihat gambar statis atau mendengar penjelasan verbal, tetapi mereka dapat melihat representasi visual 3D dari berbagai elemen seni budaya yang mereka pelajari," Jelas Ketua Tim.

Selain itu, teknologi hologram yang digunakan dalam Edukit ini memungkinkan pembelajaran yang lebih imersif dan interaktif, yang sangat penting dalam membantu anak-anak memahami konsep-konsep seni budaya dengan lebih baik. 

"Kami percaya bahwa penggunaan teknologi canggih seperti hologram dalam pendidikan seni budaya dapat menjadi kunci untuk meningkatkan keterlibatan dan minat belajar anak-anak," imbunya.

Lebih dari sekadar alat bantu belajar, Edukit 3D Hologram juga dirancang untuk mendukung perkembangan kognitif dan motorik anak melalui interaksi visual dan audio yang kaya. Hal ini sejalan dengan tujuan SDGs Nomor 4, yang menitikberatkan pada pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata bagi semua.

Dengan adanya Edukit 3D Hologram ini, Universitas Negeri Malang tidak hanya berkontribusi pada perkembangan pendidikan di Indonesia, tetapi juga memberikan solusi konkret untuk mendukung pelestarian budaya lokal. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran masa depan, yang tidak hanya relevan bagi anak-anak Indonesia, tetapi juga dapat diadopsi secara global.

Edukit 3D Hologram membuka peluang baru bagi pendidikan seni budaya, memungkinkan anak-anak untuk mengenal, memahami, dan mencintai budaya mereka sendiri sejak dini. Inovasi ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan teknologi pembelajaran lainnya, yang semakin memperkaya dan memajukan pendidikan di Indonesia dan dunia.

Pewarta: Luthfi Maulida Rochmah - Mahasiswa UM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...