Langsung ke konten utama

Inovasi Susu Kelor, Sebagai Upaya Cegah Stunting pada Anak-Anak

 


MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Daun kelor, yang dikenal kaya akan nutrisi, dapat dimanfaatkan untuk membuat susu kelor sebagai upaya mencegah stunting pada anak-anak. Daun kelor memiliki kandungan protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, dan zat besi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, terutama selama masa pertumbuhan. Melalui alasan inilah,  Dr. Hendra Susanto, S.Pd, M.Kes., Ph.D., dosen Universitas Negeri Malang (UM) bersama tim mahasiswa UM, yaitu Sri Dinasyah Ratna Fuzani, Novio Dofany Atrisca Sevena Kaseka, Indah Nur Laili, Devi Mariya Sulfa, Putra Fernanda Dwi Achmada, Rahmat Iqbal Nur Aziz, Muhammad Rizky Ramadhan, dan Ammar Farhan Saifuddin melaksanakan pelatihan pembuatan susu kelor di Desa Jatisari, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat pada Sabtu, (27/7/24).

"Pelatihan ini bertujuan untuk memanfaatkan daun kelor yang melimpah sebagai bahan untuk membuat susu kelor bergizi tinggi. Kandungan nutrisi pada daun kelor dapat membantu mencegah stunting. Protein dalam daun kelor berperan sebagai pembangun jaringan tubuh dan mendukung perkembangan otot. Vitamin A penting untuk kesehatan mata dan mendukung sistem kekebalan tubuh, sementara vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan dan membantu penyerapan zat besi. Susu kelor juga kaya kalsium dan zat besi yang dapat mendukung pertumbuhan tulang, gigi, dan produksi hemoglobin. Solusi gizi ini sangat cocok untuk mencegah stunting di wilayah dengan daun kelor melimpah," ungkap Dr. Hendra.

Melalui program ini, para ibu rumah tangga di Desa Jatisari mendapatkan pengetahuan dan keterampilan untuk mengolah daun kelor menjadi produk bernilai, sekaligus memenuhi kebutuhan gizi anak-anak mereka dan mencegah defisiensi gizi serta stunting. Metode yang diterapkan mencakup sosialisasi, pelatihan praktik, dan pendampingan dalam proses pembuatan dan pengemasan susu kelor. Peserta diajarkan langkah-langkah dari pemilihan daun kelor segar hingga pengemasan produk akhir.

Di samping pembuatan susu kelor, peserta juga dilatih mengenai teknik pengemasan yang menarik, perhitungan biaya produksi dan keuntungan, serta strategi pemasaran melalui media sosial dan e-commerce. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberdayakan ekonomi rumah tangga dan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan stunting.

Dr. Hendra Susanto berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi ibu-ibu di Desa Jatisari untuk mencapai kemandirian ekonomi dan menyediakan asupan gizi yang lebih baik bagi anak-anak mereka. "Pemanfaatan daun kelor yang berkelanjutan untuk pembuatan susu bergizi tinggi ini tidak hanya membantu meningkatkan status gizi anak-anak tetapi juga mendukung ketahanan pangan lokal. Susu kelor dapat menjadi produk bernilai tambah dan solusi efektif dalam mengatasi masalah gizi buruk di masyarakat, khususnya dalam mencegah stunting sekaligus membuka peluang usaha baru,"pungkasnya

Program ini diharapkan dapat berlanjut dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat seperti ini, UM berkomitmen untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Pewarta: Luthfi Maulida Rochmah - Mahasiswa UM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...