Langsung ke konten utama

FKP3MR Gelar Pelatihan Dasar SAR Tahap 1, Perkuat Sinergitas Potensi SAR di Malang Raya

 


BATU | JATIMSATUNEWS : Sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan sinergitas dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di Malang Raya, Forum Koordinasi Potensi Pencarian dan Pertolongan Malang Raya (FKP3MR) menggelar Pelatihan Dasar SAR Tahap 1 pada Sabtu dan Minggu (8–9 Februari 2025).  

Kegiatan yang berlangsung di Kota Batu ini diikuti oleh 84 peserta dari berbagai organisasi potensi SAR se-Malang Raya. Pelatihan ini merupakan bagian dari program kerja FKP3MR di bawah naungan Basarnas, yang bertujuan untuk menciptakan keseragaman silabus pelatihan serta membangun kesepahaman dalam pelaksanaan operasi SAR.  

Koordinator FKP3MR, Dr. Ganif Djuwadi, S.St., S.Pd., M.Kes, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal dalam membangun sinergitas antarorganisasi SAR yang lebih solid.  

"Saya berharap, ke depan, kita bisa mewujudkan sinergitas seluruh potensi SAR yang ada di Malang Raya. Tanpa sinergitas, operasi SAR tidak dapat dilakukan secara optimal. Oleh karena itu, teman-teman potensi SAR harus dibekali keterampilan, pendidikan, dan pelatihan sesuai dengan kurikulum Basarnas, meskipun dilakukan secara bertahap," jelasnya.  

Selama dua hari, peserta mendapatkan kombinasi materi teori dan praktik. Hari pertama difokuskan pada pemahaman teori, sementara hari kedua diisi dengan simulasi langsung di lapangan.  

Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya, Yoni Fariza, menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan menciptakan keseragaman pemahaman dalam operasi SAR.

"Harapan saya, pelatihan ini dapat mewujudkan keseragaman silabus serta menciptakan satu kesepahaman dalam operasi SAR," ujarnya.  


Sementara itu, Ketua Panitia Rudi Hari Susilo menjelaskan bahwa pelatihan ini memberikan tiga materi utama, yaitu:  

1. Medical First Responder (MFR) – membekali peserta dalam memberikan pertolongan pertama yang tepat kepada korban.  

2. Water Rescue – keterampilan dasar dalam penyelamatan di perairan.  

3. Manajemen Posko - memastikan operasi SAR berjalan terorganisir dan efektif.  


"Tiga materi ini menjadi dasar yang harus dikuasai setiap potensi SAR. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat memberikan pertolongan secara tepat, menghindari penambahan korban dari tim penyelamat, serta menjalankan posko dengan efektif agar operasi SAR berjalan efisien dan zero risk," jelasnya.  

Selain aspek teknis, Dr. Ganif Djuwadi menekankan pentingnya kolaborasi antara potensi SAR, perguruan tinggi, dan media dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan SAR di Malang Raya.  

"Sinergitas sangat penting. Potensi SAR adalah pelaku utama di lapangan, perguruan tinggi berperan dalam transfer of knowledge dari penelitian kepada masyarakat, dan media membangun opini publik bahwa peran potensi SAR dalam operasi sangat vital, terutama menghadapi ancaman seperti isu megathrust," tambahnya.  

Dengan pelatihan ini, diharapkan potensi SAR di Malang Raya semakin terampil, profesional, dan siap menghadapi berbagai situasi darurat. FKP3MR berkomitmen untuk terus mengembangkan pelatihan lanjutan demi memperkuat kesiapsiagaan dalam operasi pencarian dan pertolongan.


Pewarta : Nur Hamid Abdissalam (TRCC UM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...