Langsung ke konten utama

Lumut : Pahlawan Lingkungan Sering Terabaikan

 

ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM : Meskipun masuk kelompok tumbuhan sederhana dari keluarga  *Bryophyta*, lumut tidak memiliki akar sejati, batang sejati maupun daun sejati - seperti pada tumbuhan tingkat tinggi. Sering kali dijumpai tumbuh di tembok, bebatuan, tanah keras atau bahkan pada permukaan mineral logam.

Membentuk tekstur seperti karpet hijau jika tumbuh meluas. Di dunia, diketahui ada lebih dari 12.000 spesies lumut. Jumlah ini terus bertambah seiring dengan temuan2 jenis lumut baru dari penelitian. Dapat berkembang  secara generatif (seksual) maupun vegetatif (fragmentasi, aseksual). Secara generatif, pembuahan sel reproduksi betina oleh sel jantan akan menghasilkan spora. Spora ini yang akan menyebar dan tumbuh menjadi lumut baru. Secara vegetatif, lumut dapat bertambah bsnyak melalui fragmentasi (ada bagian lumut yang patah/pecah - kemudisn tumbuh menjadi lumut baru). 

Meskipun sederhana, lumut berperan penting dalam ekosistem. Sifatnya yang seperti spons, menjadikan lumut mampu menyerap air dalam jumlah banyak dan menjaga kelembaban tempat hidupnya. 

Sama seperti tumbuhan ber-klorofil lainnya, lumut secara alami menyerap CO2 sebagai sumber karbon untuk membentuk sel-selnya sehingga dapat membantu mengurangi gas rumah kaca dan memerangi perubahan iklim. Bentuknya yang mirip spons membuat lumut mampu menyimpan air dalam jumlah banyak, sehingga dapat menjaga kelembaban lingkungan sekitarnya.

Dapat tumbuh tanpa tanah, dan mampu berkembang pada dinding tembok, menjadikannya sangat cocok untuk lanskap perkotaan di mana tanah sering kali langka. Selain memberikan keindahan, menjaga kelembaban  dan menurunkan suhu, lumut dapat menjadikan dinding kota sebagai penyerap karbon maupun polutan udara.

Sayangnya, meskipun memiliki banyak manfaat, lumut sering kali dibersihkan dari dinding dan struktur bangunan lainnya.

Alih-alih menganggap lumut sebagai tanaman pengganggu, kita seharusnya lebih sadar akan fungsinya dalam menjaga  lingkungan. Menumbuhkan lumut pada dinding khusus atau permukaan bebatuan pada lahan yang dibentuk taman - menjadi pilihan menarik. Instalasi hidup atau taman lumut ini tidak hanya memperindah estetika kota, tetapi juga berkontribusi pada lingkungan yang lebih sehat.

Dengan lumut, mungkin kita dapat mengubah kota menjadi ruang yang lebih hijau, indah,  sejuk - dan berkontribusi besar  mengurangi polutan dan CO2 di udara.

------

Sebagian teks diambil dari laman FB Earth Unreal.


ap@12042025


Gambar dicuplik dari internet

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...