Langsung ke konten utama

Dari Kampus ke Desa: Mahasiswa FKEP UNEJ Luncurkan Posko Pemberdayaan Penuh Aksi di Puger Kulon

 


JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM : Sebuah tonggak sejarah baru tercipta dalam langkah transformasi desa. Di tengah semangat gotong royong dan pemberdayaan, BEM Fakultas Keperawatan Universitas Jember melakukan peresmian Posko PPK Ormawa BEM FKEP UNEJ di lantai 2 balaidesa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember. Posko ini menjadi pusat kendali sekaligus simbol komitmen mahasiswa hadir nyata di tengah masyarakat pada Sabtu, (2/8/25).

Peresmian posko dilakukan bersamaan dengan launching Program Pemberdayaan Masyarakat (PPK) Ormawa, yang tahun ini mengusung tema besar: “Sagara Pangarupin: Laut Sebagai Harapan”. Program ini menargetkan percepatan pembangunan desa melalui bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan dengan pendekatan berbasis potensi maritim.

Acara dihadiri langsung oleh Wakil Rektor 3 Universitas Jember, Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., Dekan Fakultas Keperawatan, Dr. Ns. Rondhianto, M.Kep, serta mitra internasional, pihak OPD Kabupaten Jember, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, WR III menyampaikan bahwa posko ini bukan sekadar tempat tinggal mahasiswa, tetapi menjadi "ruang aksi" yang menyatukan ide, strategi, dan langkah nyata pemberdayaan desa.

“Posko ini adalah laboratoorium sosial mahasiswa. Di sinilah teori diuji, dan masyarakat menjadi mitra sejati dalam perubahan. Saya berharap posko ini menjadi pusat inovasi dan inspirasi bagi desa dan kampus, “ Ujar Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H.

Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Dr. Ns. Rondhianto menambahkan bahwa posko ini harus menjadi tempat yang hidup dan berdenyut dengan aktivitas positif setiap hari.

“Biarkan masyarakat merasa bahwa posko ini milik mereka juga,” ungkapnya.

Kepala Desa Puger Kulon, Nurhassan, menyambut baik kehadiran posko mahasiswa ini. Ia menyatakan bahwa ini adalah pertama kalinya desa merasakan kehadiran langsung mahasiswa secara terstruktur, terorganisasi, dan menyatu dengan masyarakat.

“Kami percaya kolaborasi ini akan membawa angin segar,” ucapnya.

Ketua Pelaksana PPK Ormawa, Dimas Anang Musa, menyampaikan bahwa posko akan menjadi titik awal segala bentuk kegiatan—mulai dari edukasi kesehatan, pelatihan UMKM, hingga kampanye lingkungan.

“Kami siap hadir, tinggal, dan bergerak bersama masyarakat selama program berjalan. Posko ini bukan sekadar basecamp, tapi rumah bersama harapan dan perubahan,” tegasnya. 

Usai pemotongan pita secara simbolis oleh WR III, seluruh tamu undangan diajak meninjau langsung fasilitas posko yang sederhana namun penuh semangat gotong royong. Dinding posko dihiasi peta rencana kerja, dokumentasi kegiatan, serta fasilitas peninjau program. Dengan semangat kolaboratif, posko PPK Ormawa ini diharapkan menjadi pusat inovasi berbasis masyarakat yang mampu mewujudkan Puger Kulon sebagai Desa Maritim Unggul di masa depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...