Langsung ke konten utama

Kolaborasi Lintas Negeri: UM dan Sekolah Indonesia Jeddah Olah Tempe Nusantara Bermotif Batik Berbahan Biji Lokal

 


JEDDAH | JATIMSATUNEWS.COM : Inovasi cita rasa dan budaya Indonesia kembali menggema di Tanah Hijaz. Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan kegiatan bertajuk “Pembuatan Tempe Nusantara Motfi Batik” di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi, pada Kamis (25/9/25).

Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMP dan SMA kelas Cooking, di bawah koordinasi Hendra Susanto, S.Pd., M.Kes., Ph.D., selaku ketua tim pengabdian.

Melalui kegiatan ini, tim UM menghadirkan pendekatan yang unik mengenai pembuatan tempe bermotif batik, hasil perpaduan antara inovasi pangan dan seni budaya Nusantara. Motif batik ditampilkan pada lapisan atas dan pembungkus tempe menggunakan pola visual yang melambangkan filosofi kearifan lokal, seperti Mega Mendung dan Parang Rusak, yang merepresentasikan ketekunan dan semangat pantang menyerah.

“Kami ingin agar anak-anak Indonesia di luar negeri tidak hanya mengenal tempe sebagai makanan, tetapi juga memahami makna filosofis dan estetikanya. Batik pada tempe menjadi simbol harmonisasi antara pangan, seni, dan identitas bangsa,” jelas Dr. Hendra Susanto.

Tempe bermotif batik ini dibuat menggunakan biji-bijian lokal Jeddah seperti kacang arab, kedelai almond, hingga biji-bijian campuran khas Timur Tengah. Kegiatan ini juga memperkenalkan prinsip pemanfaatan sumber daya lokal berkelanjutan yang sejalan dengan SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Proses fermentasi diperkenalkan secara ilmiah untuk menanamkan pemahaman bioteknologi sederhana kepada siswa yang sejalan dengan SDG 4 (Quality Education) yang menekankan pendidikan bermakna dan kontekstual.

Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti tahapan learning by doing, mulai dari perendaman, inokulasi ragi, pencetakan bermotif, fermentasi, hingga pengemasan ramah lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan keterampilan kuliner, tetapi juga menumbuhkan kreativitas dan literasi budaya, sesuai semangat SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure).

Selain menjadi ajang edukasi, kegiatan ini juga berperan sebagai diplomasi kuliner dan budaya Indonesia di luar negeri. Kepala Sekolah Indonesia Jeddah menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut, menilai bahwa inovasi ini memperkuat hubungan emosional siswa dengan tanah air.

“Siswa belajar bahwa tempe tidak sekadar makanan, tetapi warisan budaya yang bisa terus berevolusi dengan cara yang kreatif dan kontekstual. Ini adalah pembelajaran lintas budaya yang sangat berharga,” ujar Mahrani Kepala Sekolah SIJ.

Kegiatan pengabdian ini juga memperkuat kerja sama internasional dalam bidang pendidikan dan budaya antara Universitas Negeri Malang dan Sekolah Indonesia Jeddah yang relevan dengan IKU 3 Dosen berkegiatan di luar kampus. Melalui inovasi Tempe Nusantara Bermotif Batik, UM menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan ilmu, budaya, dan kearifan lokal dalam setiap langkah pemberdayaan masyarakat di tingkat global.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...