Langsung ke konten utama

Dari Rumah Tradisional ke Kota Cerdas: Inovasi STEM Kit Arsitektur Nusantara Lahir dari Pacitan untuk Sekolah di Indonesia

 


PACITAN | JATIMSATUNEWS.COM : Pembelajaran sains di Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam menyiapkan generasi muda yang mampu memecahkan masalah nyata secara kritis, kreatif, dan kolaboratif. Hasil PISA 2022 menunjukkan kemampuan siswa Indonesia dalam menerapkan pengetahuan sains pada situasi kehidupan sehari-hari masih tergolong rendah, sehingga diperlukan terobosan pembelajaran yang tidak hanya konseptual, tetapi juga kontekstual dan transdisipliner.

Di sisi lain, Indonesia sesungguhnya memiliki modal budaya yang sangat kaya, salah satunya arsitektur rumah tradisional yang mengandung prinsip sains, teknologi, rekayasa, dan matematika yang kuat, namun belum banyak dimanfaatkan sebagai konteks pembelajaran STEM di sekolah.

Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti mengembangkan STEM Kit Arsitektur Nusantara sebagai media pembelajaran integratif yang menggabungkan sains, teknologi, rekayasa, matematika, dan budaya lokal melalui pendekatan Smart City Builder. Kit ini tidak hanya berisi model miniatur rumah tradisional bongkar-pasang yang merepresentasikan prinsip ekologi, struktur, dan adaptasi terhadap iklim, tetapi juga diperkaya dengan kartu tantangan, bank data arsitektur Nusantara dari 34 provinsi, serta mekanisme permainan berbasis proyek yang mendorong kolaborasi dan pengambilan keputusan. Revisi desain dari bahan kayu menjadi papercraft ramah lingkungan membuat kit lebih ringan, mudah dirakit, hemat biaya produksi, dan membuka peluang replikasi massal di sekolah-sekolah.

Keunikan lain dari inovasi ini terletak pada integrasi rangkaian listrik sederhana, LED, dan sensor cahaya (LDR) yang disusun dalam konteks kota cerdas. Siswa tidak hanya belajar konsep listrik dan energi, tetapi juga merancang sistem penerangan otomatis pada miniatur kota, sehingga memahami langsung keterkaitan antara sains, teknologi, dan keberlanjutan. Penambahan sistem “Smart Coin” sebagai reward system dalam permainan terbukti meningkatkan motivasi, partisipasi, dan dinamika diskusi antar kelompok, sekaligus melatih literasi ekonomi energi dan perencanaan kota berkelanjutan.

Secara empiris, STEM Kit Arsitektur Nusantara telah diujicobakan di tiga sekolah menengah di Kabupaten Pacitan dengan total 213 siswa. Hasil observasi dan tes saintifik menunjukkan peningkatan keterlibatan siswa dalam merakit, menganalisis, dan mengaitkan konsep ekosistem dengan desain bangunan tradisional. Kegiatan sosialisasi di forum MGMP Biologi se-Kabupaten Pacitan mengonfirmasi bahwa kit ini praktis, relevan dengan kurikulum, dan mudah diintegrasikan ke berbagai topik sains.

Guru memberikan umpan balik positif terkait kemudahan penggunaan, potensi penguatan literasi STEM, dan kontribusinya terhadap pelestarian budaya lokal melalui pembelajaran. Dari sisi keberlanjutan, inovasi ini tidak berhenti pada tahap prototipe. STEM Kit Arsitektur Nusantara telah memperoleh HKI dan mulai dipasarkan melalui marketplace, sehingga membuka peluang diseminasi lebih luas serta kemandirian produksi oleh kelompok mahasiswa.

Kedepan, pengembangan ke arah platform digital Smart City Builder akan memperluas jangkauan dampak, memungkinkan integrasi pembelajaran berbasis proyek, game-based learning, dan konteks budaya Nusantara dalam satu paket media yang siap diadopsi secara nasional. Dengan demikian, program hibah ini tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga menawarkan model ekosistem pembelajaran STEM berbasis kearifan lokal yang dapat direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut di berbagai daerah di Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...