Sukses Digelar Secara Hybrid, ICGE 2026 UM Satukan Akademisi dari Sembilan Negara Bahas Geografi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Mengangkat tema Bridging Science and Society in Geography and Education for Sustainable Development, ICGE 2026 menekankan pentingnya menjembatani hasil-hasil penelitian dengan kebutuhan masyarakat dalam mendukung terwujudnya pembangunan berkelanjutan. Sejak pagi hingga sore hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi seremoni pembukaan, pemaparan keynote speaker, diskusi ilmiah, kompetisi poster, hingga sesi paralel yang menampilkan berbagai inovasi dan hasil riset mutakhir.
Konferensi yang diselenggarakan setiap dua tahun tersebut menghadirkan enam keynote speaker dari sejumlah perguruan tinggi bereputasi internasional, yaitu University of Melbourne (Australia), University of Illinois Urbana-Champaign (Amerika Serikat), Wageningen University (Belanda), Nanyang Technological University (Singapura), The University of Queensland (Australia), serta Universitas Negeri Malang. Selain itu, empat invited speaker dari Malaysia turut berpartisipasi secara daring untuk berbagi pengalaman, perspektif, dan temuan penelitian kepada seluruh peserta.
ICGE 2026 diikuti oleh 122 presenter yang berasal dari 28 institusi, serta sekitar 24 peserta dari sembilan negara, yaitu Indonesia, Australia, Malaysia, India, Belanda, Ukraina, Uzbekistan, Kamerun, dan Arab Saudi. Para peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi, lembaga penelitian, instansi pemerintah, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, hingga sektor industri.
Ketua Pelaksana ICGE 2026, Rivandi Pranandita Putra, menegaskan bahwa konferensi ini tidak hanya berfungsi sebagai forum diseminasi hasil penelitian, tetapi juga sebagai sarana strategis untuk memperluas jejaring akademik di tingkat internasional.
"ICGE 2026 kami harapkan menjadi lebih dari sekadar forum presentasi ilmiah. Konferensi ini merupakan kesempatan bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi untuk saling mengenal, membangun jejaring yang lebih kuat, serta membuka peluang kolaborasi riset maupun publikasi internasional. Kami berharap berbagai diskusi yang berlangsung selama konferensi dapat menjadi awal lahirnya kerja sama yang berkelanjutan di masa mendatang," ujar Rivandi.
Menurutnya, keberagaman asal negara dan latar belakang keilmuan peserta menjadi salah satu nilai tambah dalam penyelenggaraan ICGE tahun ini. Pertukaran gagasan dari berbagai perspektif diharapkan mampu melahirkan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim, pengelolaan sumber daya alam, ketahanan pangan, hingga penguatan pendidikan geografi yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang, Dr. Ari Sapto, M.Hum., menyampaikan bahwa geografi merupakan disiplin ilmu yang terus berkembang dan memiliki kontribusi besar dalam menjawab berbagai persoalan dunia saat ini.
Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi geospasial, penginderaan jauh, kecerdasan buatan, serta pemodelan lingkungan telah memperluas cakupan dan peran ilmu geografi dalam mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Oleh karena itu, penyelenggaraan konferensi internasional seperti ICGE dinilai sangat penting sebagai wadah untuk mempertemukan para ahli, memperkaya wawasan ilmiah, sekaligus memperkuat kolaborasi penelitian lintas negara.
Selama konferensi berlangsung, peserta mengikuti lima sesi pleno yang menghadirkan para pakar dari berbagai institusi internasional. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi-sesi paralel yang membahas beragam topik penelitian, mulai dari geografi fisik dan manusia, pendidikan geografi, perubahan iklim, pengelolaan lingkungan, sumber daya alam, hingga isu-isu pembangunan berkelanjutan. Diskusi berlangsung secara aktif dan interaktif, baik bagi peserta yang hadir secara langsung di kampus Universitas Negeri Malang maupun mereka yang mengikuti kegiatan secara daring dari berbagai negara.
Keberhasilan penyelenggaraan ICGE 2026 merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk reviewer, sponsor, mitra, panitia, relawan, serta seluruh institusi yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pelaksanaan konferensi. Kesuksesan tersebut semakin mempertegas komitmen Universitas Negeri Malang dalam memperluas kerja sama akademik internasional sekaligus memperkuat kontribusi ilmu geografi dan pendidikan bagi pembangunan yang berkelanjutan.
Sebagai agenda ilmiah internasional yang diselenggarakan secara berkala setiap dua tahun, ICGE diharapkan terus berkembang menjadi forum yang mampu mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara. Melalui forum ini, diharapkan lahir semakin banyak kolaborasi riset, publikasi ilmiah, dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.







Komentar
Posting Komentar
Terimakasih telah berkontribusi, selalu ikuti kami melalui sebuah tulisan