Langsung ke konten utama

Serambi Ramadhan Ke-12 | Sandal Jepit Masjid


Serambi Ramadhan olah pikir kali ini merefleksi dari kerandoman berfikir, begitulah kata familiar milenial yang sedang memiliki algoritma tinggi, bagaimana tidak fikiran itu tiba-tiba muncul tepat ketika setelah sholat disalah satu masjid kampus di Jember. Sembari memantik korek guna merokok aku duduk di serambi masjid tatkala sisa hujan itu berjatuhan. Setelah itu aku, lakok terpaku melihat sandal masjid yang rupanya sudah digunakan oleh ratusan pasang kaki setiap hamba yang hendak meletakkan kepalanya kepada tuhan. 

Aku mulai berusaha untuk mengunboxing perihal sandal itu, indikatornya adalah umurnya, ukurannya, habitatnya serta gaya pemakainya hingga 'kalep' entah apa namanya itu besar sebelah, unik sih. Namun itulah adanya. Lalu pikiran ini beranjak kepada melihat dan membandingkan sandal jepit yang ada disamping, sepertinya berbeda dengan yang aku pandang pertama, rupanya dia lebih junior untuk melayani berbagai macam pasangan kaki. Nampak dari morfologinya, namun bukan itu titik dari pokok pikiran yanh sedangku kembangkan. Namun begini,

Beberapa menit kemudian tepat ketika aku masih memandangi kedua nasib sandal yang berbeda tersebut tiga orang mendekati serambi, satunya adalah sesorang yang memiliki perawakan muda yang masih dengan style anak gaul dan satu lagi adalah orangtua dengan perawakan sudah memiliki cucu, serta sisanya adalah rupanya pengusaha dengan khas sepatu yang mengkilat. Pucuk dicita ulahpun tiba, pemuda itu memilih sandal yang terlihat masih bagus, orang tua memilih untuk tidak memakai sandal karena akan juga tercuci oleh bak sebelum masuk tempat wufhu yang terlihat lebih dari dua kulah, dan pengusaha itu akhirnya memilih untuk mengambil sandal yang begitu senior.

Ya memang peristiwanya simpel jika dibaca sekilas secara letterlijk, namun itu setelah tak fikir ternyata membuatku baper juga. Orang dengan profesi apa tidak bisa dinilai berdasarkan penampilannya, keputusan terakhir yaang dibarengi dengan kebutuhan oranglain adalah cara tepat untuk menilai seseorang. Pengusaha dengan gaya yang luar biasa akan memakai sandal walaupun sudah tidak bagus, namun berbeda dengan orangtua yang memiliki pemahaman kedepan bahwa kakinya pasti juga akan terbasuh meskipun kakinya akan menyentuh tanah terlebih dahulu, sikap optimisme itu bagiku mendalam, orang memang akan sulit untuk baper hanya dengan membaca tulisan ini, namun itulah yang bisa kulakukan, minimal ini terkenang untuk diriku sendiri.

Refleksi ramadhan kali ini simpel, namun semoga tetap menjadi dan memperoleh predikat Minal Aidzin Wal Faidzin, aaamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Menyala! Siswa Kelas 9B SMP Ibnu Rusyd Dampit Tampilkan Tarian Khas Lombok Damar Mesunar pada Malam Puncak Gelar Budaya Nusantara P5

  MALANG | JATINSATUNEWS.COM :  Melalui pertunjukan tari siswa kelas 9B SMP Ibnu Rusdy Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Manaf Dampit berkreasi dengan bebas. Nyatanya kreasi mereka harus diakui oleh kedua jempol tangan karena berhasil menyita perhatian para pengunjung panggung pertunjukan dengan seni tari yang dibawakan.  Lengkap dengan segala aksesoris yang melekat pada tubuh penari, gerakan tarian serta ekspresi yang dikeluarkan oleh mimik wajah menambah watak dan karakter semakin hidup. Pencahayaan yang dipilih serta musik pengiring juga telah menambah kuat pesan moral yang ingij disampaikan oleh penari kepada penonton.  Tari Damar Mesunar adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tarian ini menggambarkan kehidupan masyarakat yang sarat akan semangat gotong royong, persatuan, dan kekuatan alam. “Damar” merujuk pada lampu atau pelita, sedangkan “Mesunar” dalam bahasa Sasak berarti menyala atau bersinar. Melalui simb...
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai lembaga negara yang bertugas mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan di sektor jasa keuangan, sekaligus mengatur dan mengawasi kegiatan di sektor perbankan, pasar modal, dan sektor jasa keuangan non-bank, serta memberikan perlindungan dan edukasi bagi investor dan masyarakat luas terkait layanan jasa keuangan. Melaksanakan kegiatan penyuluhuan keuangan bertajuk 'waspada pinjaman online ilegal' terhadap masyarakat kecamatan Dampit, yang bekerjasama dengan Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia Kecamatan Dampit pada sabtu, (14/8/24).  Diikuti oleh 250 peserta dari dari perwakilan unsur organisasi diseluruh wilayah kecamatan dampit, yang berada dibawah naungan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Dampit dan tokoh masyarakat, acara ini digelar di Gedung Serbaguna Kantor Desa Pojok Kecamatan Dampit.  Tampak hadir sebagai mitra OJK, yaitu Muspika kecamatan Dampit yang terdiri dari Camat Dampit, Kapolsek Dampit, Danramil...