Langsung ke konten utama

Sambutan Ir. Andreas Saat Sosialisasi OJK Bersama PK KNPI Dampit

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, shalom,salam kebajikan, rahayu, salam satu jiwa, arema.


Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhannya Maha Esa karena

kita masih diberi kesehatan dan dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat. Kedua, izinkan saya menyampaikan permohonan maaf karena saya tidak dapat hadir secara langsung karena ada tugas yang tidak dapat saya tinggalkan.

Mudah-mudahan di lain kesempatankita dapat berjumpa secara langsung.


Bapak dan Ibu yang saya hormati,

dalam kesempatan ini saya mengajak otoritas jasa keuangan atau OJK untuk memberikan sosialisasi terhadap permasalahan masyarakat yang masih terjadi saat ini,yaitu tentang pinjol ilegal, investasi podong yang semakin merebak dan juga yang terakhir masalah judi online.


Kita semua paham bahwa pinjaman online atau pinjol telah menjadi alternatif untuk mendapatkan atau memperoleh dana cepat.

Tapi kemudahan proses di dalam pengajuannya ini sepertinya menjadi pilihan banyak orang namun di balik kemudahan tersebut terdapat hal yang harus diwaspadain. Juga maraknya pinjol ilegal menjadi ancaman serius karena sudah banyak

pinjol ilegal ini yang ditutup oleh OJK namun kemudian tumbuh kembali. Berdasarkan data survey OJK, penyaluran pembiayaan oleh P2P Landing selama ini lebih cenderung digunakan untuk kebutuhan yang konsultif. Dan inilah yang akan menjadi salah satu permasalahan ke depan karena ini akan menjadi beban keluarga. Dan pinjol adalah bukan merupakan solusi jangka panjang.


Pinjol ini sebetulnya hanya bermemahat untuk kebutuhan yang produktif dalam rangka menikapi kebutuhan. Adanya bridging yang disebut dengan bridging loan atau kebutuhan yang digunakan produktif di dalam mengatasi pembiayaan yang dibutuhkan namun kepastian pembayarnya sudah tersedia. Sekarang kita juga melihat adanya fenomena judi online dan ini adalah sangat-sangat meresahkan karena berdasarkan data PPATK perputaran uang judi online selama 2023 mencapai 320 triliun dari 168 juta transaksi. Dan angka tersebut akan diperkirakan melonjak menjadi 900 triliun pada tahun 2024.


Dan yang sangat menyedihkan bahwa yang bermain dalam judi online itu bahkan ada yang usianya masih di bawah 10 tahun. Dan ini terus kemudian sampai juga yang di atas 50 tahun. Karena itu bertolak dari kondisi yang memperhatikan tersebut, kami

mengajak OJK untuk berupaya meningkatkan literasi masyarakat.


Masyarakat harus semakin cerdas di dalam menyikapi serbuan digitalisasi finansial. Kemudian harus digunakan untuk hal yang produktif dan efisien, bukan justru membuat kita terlena sehingga menjadi korban yang ujungnya adalah kehancuran ekonomi keluarga. Demikian yang bisa saya sampaikan.


Terima kasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

dan saya tutup dengan salam arema.

Salam satu jiwa, arema. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Menyala! Siswa Kelas 9B SMP Ibnu Rusyd Dampit Tampilkan Tarian Khas Lombok Damar Mesunar pada Malam Puncak Gelar Budaya Nusantara P5

  MALANG | JATINSATUNEWS.COM :  Melalui pertunjukan tari siswa kelas 9B SMP Ibnu Rusdy Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Manaf Dampit berkreasi dengan bebas. Nyatanya kreasi mereka harus diakui oleh kedua jempol tangan karena berhasil menyita perhatian para pengunjung panggung pertunjukan dengan seni tari yang dibawakan.  Lengkap dengan segala aksesoris yang melekat pada tubuh penari, gerakan tarian serta ekspresi yang dikeluarkan oleh mimik wajah menambah watak dan karakter semakin hidup. Pencahayaan yang dipilih serta musik pengiring juga telah menambah kuat pesan moral yang ingij disampaikan oleh penari kepada penonton.  Tari Damar Mesunar adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tarian ini menggambarkan kehidupan masyarakat yang sarat akan semangat gotong royong, persatuan, dan kekuatan alam. “Damar” merujuk pada lampu atau pelita, sedangkan “Mesunar” dalam bahasa Sasak berarti menyala atau bersinar. Melalui simb...
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai lembaga negara yang bertugas mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan di sektor jasa keuangan, sekaligus mengatur dan mengawasi kegiatan di sektor perbankan, pasar modal, dan sektor jasa keuangan non-bank, serta memberikan perlindungan dan edukasi bagi investor dan masyarakat luas terkait layanan jasa keuangan. Melaksanakan kegiatan penyuluhuan keuangan bertajuk 'waspada pinjaman online ilegal' terhadap masyarakat kecamatan Dampit, yang bekerjasama dengan Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia Kecamatan Dampit pada sabtu, (14/8/24).  Diikuti oleh 250 peserta dari dari perwakilan unsur organisasi diseluruh wilayah kecamatan dampit, yang berada dibawah naungan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Dampit dan tokoh masyarakat, acara ini digelar di Gedung Serbaguna Kantor Desa Pojok Kecamatan Dampit.  Tampak hadir sebagai mitra OJK, yaitu Muspika kecamatan Dampit yang terdiri dari Camat Dampit, Kapolsek Dampit, Danramil...