Langsung ke konten utama

Sistem Boarding School dalam Meningkatkan Efikasi Diri Siswa

 


ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM : Kegiatan mendidik tidak hanya bertujuan untuk mentransfer ilmu pengetahuan semata, tetapi juga untuk membentuk karakter dan kepercayaan diri siswa dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dalam revolusi pendidikan di Indonesia, banyak lembaga pendidikan tingkat menengah atas yang menawarkan sistem sekolah asrama (boarding school). Menurut data yang dirilis pada tahun 2018 oleh Direktorat SMA Kemdikbud RI, jumlah SMA yang menyelenggarakan model boarding school mencapai 934 dan tentu saja jumlah ini terus bertambah hingga saat ini. Dalam konteks ini, sistem boarding school terutama di lembaga islam hadir sebagai salah satu sistem pendidikan yang memberikan pengalaman universal bagi siswa, melalui sistem pendidikan yang terstruktur, disiplin, dan berbasis nilai-nilai Islam, boarding school menciptakan lingkungan yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan efikasi diri—yakni keyakinan terhadap kemampuan mereka dalam menyelesaikan tugas dan menghadapi berbagai tantangan.

Efikasi diri memiliki peran krusial dalam membentuk keberhasilan akademik, kemandirian, serta ketahanan mental seseorang. Siswa yang belajar di boarding school akan mengikuti serangkaian pembiasaan yang sistematis untuk melatih kemandirian, kepemimpinan, dan tenggung jawab. Diantara contoh kegiatan utama di boarding school yang dapat berkontribusi terhadap penguatan efikasi dri siswa adalah: (1) siswa diberi tanggung jawab dalam berbagai peran kepemimpinan, seperti menjadi ketua kamar/kelas, pemimpin kelompok diskusi, dan pengurus organisasi, (2) kewajiban mengikuti sholat lima waktu berjamaah, sholat tahajud, dan sholat dhuha melatih disiplin spiritual dan konsistensi dalam menjalankan kewajiban, (3) kegiatan tilawah harian dan tahfidz Al-Qur’an bukan hanya melatih hafalan, tetapi juga mengajarkan siswa untuk berkomitmen dan bersabar dalam mencapai target, (4) hidup bersama dalam asrama mengajarkan siswa untuk bekerja sama, berkomunikasi dengan baik, dan menyelesaikan konflik secara mandiri, (5) bertanggung jawab atas kebersihan dan kerapian diri untuk menumbuhkan rasa kemandirian dan kemampuan mengelola diri sendiri tanpa bergantung kepada orang lain.

Melalui pembiasaan yang terstruktur, boarding school Islam menciptakan lingkungan yang menantang namun tetap suportif bagi perkembangan siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan ilmu akademik, tetapi juga dilatih untuk memiliki mental yang kuat dan percaya diri dalam menghadapi berbagai situasi. Disiplin tinggi melalui ibadah wajib dan sunnah, manajemen waktu yang ketat, serta tanggung jawab terhadap kebersihan dan kerapian diri membentuk karakter yang mandiri. Dukungan sosial dari teman sebaya dan pembimbing membantu mereka mengembangkan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan. Dengan perpaduan nilai keagamaan, kedisiplinan, dan kemandirian, sistem ini efektif dalam meningkatkan efikasi diri siswa, menjadikannya individu tangguh dan siap menghadapi masa depan.

Oleh : Luthfi Maulida R - Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Malang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...