Langsung ke konten utama

Wakil Dekan Fakultas Vokasi UM : Ilmu Agama dan Kemandirian Mutlak Didapatkan oleh Santri di Pondok Pesantren

 


ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM : Memberikan pendidikan terbaik bagi anak adalah investasi dunia-akhirat yang tak akan pernah habis, warisan terbaik yang paling tepat adalah ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan dunia maupun akhirat. Berbicara mengenai pendidikan tentu tidak bisa lepas dari dunia pondok pesantren. Bagaimanapun pondok pesantren telah ada di Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu, meskipun konsep pondok pesantren ada sejak abad ke-14 namun pada masa kerajaan Hindu-Budha telah mengetrapkan metode ini, misalnya padepokan. 

Tentunya, metode ini sudah diterapkan oleh para pendahulu kita, maka tidak lain dan tidak bukan sudah teruji dan ikut memberikan dampak bagi dunia pendidikan khususnya di Indonesia. Kali ini penulis akan artikel mengenai bagaimana santri/ peserta didik mengalami Efikasi Diri didalam konsep metode pendidikan pesantren. 

Secara khusus, pondok pesantren memang memiliki basis keilmuan dalam bidang agama yang lebih masif, sebab pendekatan ilmu agama akan lebih terserap jika long-education meski dalam kerangka yang lebih singkat. Artinya dalam pondok pesantren, siswa atau santri belajar sekaligus menerapkan ilmunya secara langsung mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, bahkan didalam tidurnya santri harus pula dengan ilmu.

Seperti yang dikatakan oleh salahsatu wali santri yang sekaligus sebagai Wakil Dekan Fakultas Vokasi Universitas Negeri Malang, Dr. Ely Siswanto, S.Sos., M.M bahwa dalam rangka menjamin kebutuhan ilmu agama putranya, ia lebih memilih pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan untuk anaknya, meski begitu ia percaya bahwa pondok pesantren mampu bersaing dalam disiplin ilmu lain selain agama yang tidak kalah dengan sekolah formal non pondok pesantren. 

"Kita memang ingin apa putra kita ini di samping memiliki kemampuan ilmu umum ilmu atau formal tapi ilmu agama itu menjadi pondasi utama sehingga kami memiliiki Al-Rifa'ie ini karena dari sisi konten keilmuan agama luar biasa karena pesantren itu memang basisnya ilmu agama tapi ilmu umumnya  Insyaallah tidak kalah dengan apa sekolah-sekolah yang lain itu diantaranya apa alasan kita" ujar Ely.

Disadari atau tidak bahwa Waldorf Education milik Rudolf Steiner juga disisipkan dalam konsep pendidikan pondok pesantren, sebagian orang modern juga menganggapnya sistem Boarding School. Hal yang menarik lainnya adalah ketika berada dipondok pesantren Character Building sudah menjadi keharusan dimana siswa atau santri memiliki jati diri sesuai potensi, porsi dan proporsinya masing-masing. 

"Disamping itu agar anak-anak memiliki apa kompetensi keilmuan juga memiliki apa kemandirian ketika dia mondok itu Insyaallah dia akan punya kemandirian yang baik nanti ke depannya untuk masa depan anak" terang Ely. 

Dalam kata lain, potensi anak memang beragam. Tak ada anak yang tidak memiliki prestasi, yang ada hanya guru yang tak mampu menumbuhkan potensi setiap anak, untuk itu menjadi guru adalah siap belajar seumur hidup dan siap menjadi murid seumur hidup.

"Saya rasa setiap anak memiliki potensi masing-masing ya perlu digali kaya Fahim ini Insyaallah punya potensi apa misalkan tilawah ini kita berharap nanti apa pesantren ini maupun sekolah bisa menggali semaksimal mungkin yang miliki anak agar bisa memiliki prestasi yang lebih baik lagi ya itu harapan kita" Pungkas Ely. 

Itulah pendapat Dr. Ely Siswanto mengenai Pondok Modern Al-Rifa'ie Gondanglegi - Malang. Ayo bergabung bersama kami dan percayakan masa depan anak anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...