Langsung ke konten utama

Wahyu Makutoromo, Jadi Lakon Pilihan Gelaran Wayang Kulit di Jambangan, Apa Arti Sebenarnya?

 


ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM : Pagelaran wayang kulit sebagai kesenian telah turun-temurun sejak lama, utamanya pada kegiatan bersih desa umumya di pulau jawa. Lantas bagaimana esensi wayang kulit yang hampir wajib ada pada kegiatan bersih desa yang bernotabe sebagai kegiatan sakral dalam rangka sedekah bumi dan selametan desa. 

Desa Jambangan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang salah satunya menyelenggarakan pagelaran wayang kulit tak terkecuali tahun ini, wayang kulit yang di dalangi oleh Ki Hadi Siswoko Arjosari Sumberpucung kabupaten Malang ini menyita perhatian dan simpati masyarakat. Dengan kepawaiannya mensabet wayang dan bermain peran, pagelaran wayang yang digelar  depan gedung balaidesa Jambangan ini, berlangsung 8 jam terhitung pukul 20.00 hingga 04.00 WIB tau hampir mendekati shubuh pada Rabu (16/7/25). 

Lakon Wahyu Makutoromo dihadirkan oleh Ki Hadi Siswoko penuh dengan makna yang mendalam. Tak seperti pagelaran wayangkulit pada umumnya, menariknya, lakon wayang malam ini bukan yang biasanya, bukan seperti Semar Mbangun Jiwo, Lahirnya Gatotkaca, Parikesit Jumeneng Nata, Kumbakarna Gugur atau Srikandi Meguru Manah. Namun lakon hari ini adalah Wahyu Makutoromo. Sebuah lakon yang apik untuk ditelaah pada zaman ini, khususnya untuk anak muda dengan dinamikanya hari ini. 

Wahyu Makutoromo merupakan lakon cerita anugerah kepemimpinan dalam wayang kulit, lakon Ini adalah salah satu lakon pakem atau cerita standar yang sangat populer dalam seni pertunjukan wayang kulit, khususnya di Jawa. Wahyu Makutoromo secara harfiah berarti "wahyu mahkota kepemimpinan" atau "anugerah mahkota raja". Lakon ini biasanya menceritakan tentang turunnya sebuah wahyu ilahi yang akan diberikan kepada seorang ksatria yang pantas untuk menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana, membawa kemakmuran bagi rakyatnya.

Didunia ini, mulai zaman dulu hingga sekarang Seringkali, ada berbagai pihak, baik dari golongan baik (Pandawa) maupun jahat (Kurawa), yang berusaha mendapatkan wahyu ini. Mereka melakukan berbagai upaya, mulai dari bertapa, adu kesaktian, hingga intrik politik. Wahyu Makutoromo tidak diberikan secara sembarangan. Hanya ksatria yang memiliki sifat-sifat utama seperti kejujuran, keadilan, kesabaran, kerendahan hati, pengorbanan, dan dedikasi kepada rakyat yang layak menerimanya.

Tokoh yang sering dikaitkan atau akhirnya menerima Wahyu Makutoromo adalah Pandawa kelima, Puntadewa (Yudhistira). Ia melambangkan kepemimpinan yang adil dan berlandaskan dharma. Namun, ada juga variasi lakon yang mungkin melibatkan tokoh lain dalam upaya mendapatkannya sebelum akhirnya jatuh ke tangan yang berhak.Lakon ini sangat kaya akan simbolisme. Wahyu Makutoromo bukan hanya anugerah kekuasaan, tetapi juga tanggung jawab besar. Ini adalah pelajaran tentang bagaimana seorang pemimpin harus bersikap dan apa yang harus ia perjuangkan.

Wahyu Makutoromo memberikan pesan kepada kita bahwa kepemimpinan sejati bukanlah tentang kekuasaan semata, melainkan tentang pengabdian, keadilan, dan kemampuan untuk membawa kesejahteraan bagi banyak orang.Lakon ini sering dipentaskan karena relevansinya dengan nilai-nilai kepemimpinan dan moralitas, menjadikannya tontonan yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik.

Apakah lakon tersebut relevan sebagI edukasi kepada pemuda untuk mempersiapkan generasi pemimpin? Jawabannya adalah Sangat relevan! Lakon wayang Wahyu Makutoromo adalah sumber edukasi yang luar biasa untuk mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin. Meskipun berasal dari tradisi kuno, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya bersifat universal dan tetap relevan di era modern.

Lakon ini mengajarkan bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya tentang kekuasaan atau jabatan, tetapi tentang karakter dan etika. Pemuda diajarkan pentingnya integritas, kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab. Tokoh seperti Puntadewa yang akhirnya menerima wahyu adalah contoh ideal pemimpin yang mengedepankan moralitas.

Wahyu Makutoromo tidak didapatkan dengan mudah. Ada proses pencarian, pertapaan, pengorbanan, dan rintangan yang harus dilalui. Ini mengajarkan pemuda bahwa untuk mencapai puncak kepemimpinan yang hakiki, diperlukan dedikasi, ketekunan, dan kemampuan melewati tantangan, bukan jalan pintas.

Inti dari Wahyu Makutoromo seringkali adalah ajaran Hasta Brata, yaitu delapan sifat kepemimpinan yang meneladani watak alam (matahari, bulan, bintang, mendung, bumi, samudra, api, dan angin). 

Setiap sifat memiliki makna mendalam yang bisa menjadi panduan bagi pemimpin:

1. Matahari: Memberi tanpa pamrih.

2. Bulan: Menerangi di kegelapan, mengayomi.

3. Bintang: Memberi petunjuk, teladan.

4. Mendung: Memberi harapan, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

5. Bumi: Kuat, jujur, dan memberikan manfaat.

6. Samudra: Berwawasan luas, lapang dada, mampu menampung aspirasi.

7. Api: Berani menegakkan kebenaran dan keadilan.

8. Angin: Merakyat, dekat dengan siapa saja tanpa pandang bulu.

Lakon ini biasanya menampilkan kontras antara pihak yang berhak menerima wahyu (Pandawa) dan pihak yang ambisius namun tidak berintegritas (Kurawa). Pemuda bisa belajar membedakan pemimpin sejati dari pemimpin yang hanya mengejar kekuasaan, serta memahami konsekuensi dari setiap pilihan moral.

Cerita Wahyu Makutoromo mendorong pemuda untuk melakukan introspeksi dan merenungkan sifat-sifat kepemimpinan yang ingin mereka kembangkan dalam diri mereka. Ini bukan hanya tentang menjadi "orang penting," tetapi tentang menjadi "orang yang bermanfaat."

Melestarikan Budaya dan Kearifan Lokal: Mengajarkan lakon wayang juga menjadi cara efektif untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya adiluhung Indonesia kepada generasi muda, sekaligus mengambil pelajaran berharga dari kearifan lokal.

Dengan demikian, lakon Wahyu Makutoromo bukan hanya sekadar hiburan, tetapi sebuah kurikulum kepemimpinan yang abadi dan sangat relevan untuk membentuk calon-calon pemimpin masa depan yang berkarakter dan bertanggung jawab. Mempertimbangkan integrasi nilai-nilai wayang, termasuk lakon Wahyu Makutoromo, ke dalam materi pendidikan karakter atau kepemimpinan di sekolah dan universitas.

Mengadakan pementasan wayang dengan sentuhan modern atau narasi yang lebih relevan dengan isu-isu kontemporer, untuk menarik minat audiens muda. Wayang kulit, sebagai salah satu warisan budaya adiluhung Nusantara, tidak hanya menyajikan pertunjukan seni yang memukau, tetapi juga mengandung filosofi dan ajaran luhur yang relevan sepanjang masa. Salah satu lakon pakem yang kaya akan makna dan nilai-nilai kepemimpinan adalah Wahyu Makutoromo. Memahami lakon ini esensial bagi generasi muda dalam mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan, sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap kesenian tradisional.

Dengan demikian, Wahyu Makutoromo lebih dari sekadar cerita lama; ia adalah warisan kebijaksanaan yang dapat membimbing generasi muda untuk menjadi pemimpin yang berintegritas, visioner, dan mampu membawa perubahan positif bagi bangsa dan negara. Mengapresiasi wayang kulit berarti membuka gerbang menuju pemahaman mendalam akan jati diri dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh leluhur kita.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Menyala! Siswa Kelas 9B SMP Ibnu Rusyd Dampit Tampilkan Tarian Khas Lombok Damar Mesunar pada Malam Puncak Gelar Budaya Nusantara P5

  MALANG | JATINSATUNEWS.COM :  Melalui pertunjukan tari siswa kelas 9B SMP Ibnu Rusdy Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Manaf Dampit berkreasi dengan bebas. Nyatanya kreasi mereka harus diakui oleh kedua jempol tangan karena berhasil menyita perhatian para pengunjung panggung pertunjukan dengan seni tari yang dibawakan.  Lengkap dengan segala aksesoris yang melekat pada tubuh penari, gerakan tarian serta ekspresi yang dikeluarkan oleh mimik wajah menambah watak dan karakter semakin hidup. Pencahayaan yang dipilih serta musik pengiring juga telah menambah kuat pesan moral yang ingij disampaikan oleh penari kepada penonton.  Tari Damar Mesunar adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tarian ini menggambarkan kehidupan masyarakat yang sarat akan semangat gotong royong, persatuan, dan kekuatan alam. “Damar” merujuk pada lampu atau pelita, sedangkan “Mesunar” dalam bahasa Sasak berarti menyala atau bersinar. Melalui simb...
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai lembaga negara yang bertugas mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan di sektor jasa keuangan, sekaligus mengatur dan mengawasi kegiatan di sektor perbankan, pasar modal, dan sektor jasa keuangan non-bank, serta memberikan perlindungan dan edukasi bagi investor dan masyarakat luas terkait layanan jasa keuangan. Melaksanakan kegiatan penyuluhuan keuangan bertajuk 'waspada pinjaman online ilegal' terhadap masyarakat kecamatan Dampit, yang bekerjasama dengan Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia Kecamatan Dampit pada sabtu, (14/8/24).  Diikuti oleh 250 peserta dari dari perwakilan unsur organisasi diseluruh wilayah kecamatan dampit, yang berada dibawah naungan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Dampit dan tokoh masyarakat, acara ini digelar di Gedung Serbaguna Kantor Desa Pojok Kecamatan Dampit.  Tampak hadir sebagai mitra OJK, yaitu Muspika kecamatan Dampit yang terdiri dari Camat Dampit, Kapolsek Dampit, Danramil...