Langsung ke konten utama

Dari Sampah Jadi Berkah: Cerita KKN Universitas Waskita Dharma di Desa Majang Tengah

 


MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : 
Di tengah hijau perbukitan Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, ada satu cerita inspiratif dari Desa Majang Tengah. Selama beberapa minggu terakhir, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Waskita Dharma Malang—Kelompok 6 yang dipimpin oleh Anang Galih Danuarta, membawa semangat baru lewat program bertema “Eco Inovasi Majang Tengah: Dari Sampah Jadi Berkah, Lingkungan Lestari, Ekonomi Berdikari.”

Tema ini bukan sekadar slogan. Mereka benar-benar turun tangan, terutama di Dusun Krajan, untuk mengajak anak-anak belajar memilah sampah organik dan nonorganik mulai dari rumah. Bagi mereka, masalah sampah bukan hanya isu kota besar bahkan di desa pun, pengelolaan sampah sering kali minim perhatian. Padahal, jika dikelola dengan tepat, sampah bisa berubah menjadi sumber manfaat.

Langkah Kecil, Dampak Panjang

Memasuki minggu kedua KKN, kelompok ini sudah memulai aksi nyata. Bersama anak-anak, mereka mengumpulkan dan memilah sampah. Sampah organik seperti sisa sayur dan daun kering diolah menjadi pupuk kompos. Sementara itu, sampah plastik dibawa ke pengelolaan sampah mandiri milik salah satu warga setempat untuk diproses lebih lanjut.
Hasil kompos buatan sendiri ini tidak dibiarkan menumpuk di gudang. Mereka langsung memanfaatkannya sebagai campuran media tanam untuk kegiatan menanam sayuran skala rumahan. Lagi-lagi, anak-anak dilibatkan agar mereka terbiasa menanam dan merawat tanaman.

Dukungan Pemerintah Desa

Kegiatan ini tidak lepas dari dukungan penuh Kepala Desa Majang Tengah, H. Agus Wahyudi, S.M. yang sejak awal memberikan sambutan positif terhadap ide mahasiswa. Beliau percaya bahwa program seperti ini bukan hanya bermanfaat untuk lingkungan, tetapi juga dapat menjadi langkah nyata dalam membentuk kebiasaan baik di masyarakat. Dukungan dari pemerintah desa membuat pelaksanaan program berjalan lancar, mulai dari perizinan, fasilitas, hingga motivasi kepada warga untuk ikut terlibat.

Menanam dari Rumah, Menuai untuk Masa Depan
Program ini tak hanya berhenti di pemilahan sampah. Ada visi yang lebih besar: menghubungkan pengelolaan sampah dengan kemandirian pangan. Jika setiap rumah mampu memanfaatkan sampah organik untuk membuat pupuk, lalu menanam sayuran sendiri, ketahanan pangan keluarga akan meningkat. Tidak harus lahan luas—cukup pot, polybag, atau pekarangan kecil.

Lewat kegiatan ini, kelompok KKN ingin menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana di rumah. Memilah sampah, mengolahnya, lalu memanfaatkannya kembali adalah bentuk nyata menjaga lingkungan sekaligus menghemat pengeluaran.

Sampah Bukan Lagi Masalah, Tapi Peluang

Pesan yang dibawa mahasiswa ini jelas: sampah tidak selalu identik dengan kotor dan tidak berguna. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah bisa menjadi berkah. Desa Majang Tengah kini punya cerita baru tentang anak-anak yang belajar mencintai lingkungan, tentang warga yang saling mendukung, dan tentang semangat ekonomi berdikari yang tumbuh dari kesadaran bersama.
Kisah KKN Kelompok 6 ini membuktikan bahwa untuk menjaga bumi, kita tidak perlu menunggu besar dan rumit. Cukup mulai dari rumah, mulai dari kita, dan mulai dari sekarang.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...