Langsung ke konten utama

Belajar Tanpa Tersiksa: Mengelola Stres Akademik untuk Meningkatkan Performa Kognitif Mahasiswa

 


ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Fenomena stres akademik semakin mendapatkan perhatian di dunia kampus. Di tengah tumpukan tugas, tekanan prestasi, dan budaya produktivitas tanpa henti, mahasiswa kini menyadari bahwa kelelahan mental bukan lagi sekadar keluhan emosional, melainkan masalah neurobiologis yang memengaruhi jalannya proses belajar.
Temuan neurosains terbaru menunjukkan bahwa stres akademik berkaitan langsung dengan mekanisme kerja otak dan berdampak pada kemampuan berpikir, fokus, serta mengingat informasi.

Tekanan akademik seperti kecemasan menjelang ujian atau menghadapi deadline memicu aktivasi amigdala, pusat deteksi bahaya di otak. Dari sana, jalur Hypothalamic–Pituitary–Adrenal (HPA) Axis akan aktif dan meningkatkan produksi hormon kortisol.

Dalam jangka pendek, kortisol mendukung kesiagaan tubuh, namun jika kadarnya tinggi secara kronis, hormon ini melemahkan konektivitas saraf pada prefrontal cortex—pusat pengaturan fokus, perencanaan, dan pemecahan masalah.

Menurut Naufal Wima Al Fahri, yang merupakan mahasiswa S3 Pendidikan Biologi, menyatakan bahwa pemahaman mengenai mekanisme neurologis ini penting agar mahasiswa tidak lagi memaknai stres akademik sebagai tanda kelemahan mental. Ia menegaskan,

Ketika mahasiswa merasa kesulitan fokus, sulit berpikir jernih, atau hafalan tidak masuk padahal sudah belajar lama, itu bukan karena mereka malas. Itu otak yang sedang kewalahan mengelola tekanan” Tutur Naufal.

Naufal menegaskan bahwa strategi coping menjadi kunci untuk menata ulang respons stres agar tidak mengganggu performa akademik.

Pendekatan problem-focused coping seperti manajemen waktu, membuat prioritas tugas, atau meminta bantuan akademik dapat secara langsung menekan stresor. Sementara emotion-focused coping seperti refleksi diri, relaksasi, atau mencari dukungan sosial membantu menata emosi dan menjaga stabilitas psikologis.

Selain itu, Naufal juga menyoroti pentingnya healing yang selama ini identik dengan “me time”. Ia menekankan bahwa healing memiliki dasar biologis yang tidak boleh diremehkan.

Healing itu bukan pelarian. Itu kebutuhan fisiologis. Kegiatan santai seperti jalan di alam, tidur cukup, atau meditasi membantu menurunkan kadar kortisol dan memulihkan sistem saraf,” ujarnya.

Dengan demikian, stres akademik bukan musuh yang harus dihapus, melainkan tantangan yang bisa dikelola jika mahasiswa memahami cara kerja otaknya. Mengombinasikan coping dan healing secara konsisten diyakini mampu membangun ketangguhan kognitif — membantu mahasiswa bertahan di fase kuliah sekaligus menyiapkan mental yang kuat untuk masa depan profesional.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...