Langsung ke konten utama

Ancaman Desibel Tinggi: Studi Fisika Bongkar Mekanisme "Sound Horeg" Merusak Kaca

 


MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Fenomena "sound horeg", sistem suara bergerak berdaya sangat tinggi yang kian populer di Indonesia, ternyata menyimpan bahaya tersembunyi yang dapat memecahkan kaca rumah warga. Sebuah video tiktok beredar Video tiktok 'Sound Horeg Secara Fisika secara mendalam mengupas prinsip-prinsip fisika di balik kerusakan ini, memberikan peringatan serius bagi masyarakat.

Ketika Suara Melampaui Batas Toleransi: "Sound horeg" dikenal menghasilkan Tingkat Tekanan Suara (SPL) yang ekstrem, seringkali melampaui 130 desibel (dB), bahkan mencapai puncaknya hingga 135 dB pada jarak 10 meter dari sumbernya. Angka ini jauh melampaui batas aman pendengaran manusia (sekitar 120 dB) dan setara dengan suara mesin pesawat jet yang sedang diparkir. Paparan pada tingkat ini hanya dapat ditoleransi selama 1-2 menit sebelum berisiko menyebabkan tuli permanen, serta memicu respons fisiologis serius lainnya.

Fisika di Balik Kaca Pecah yang Mengejutkan: Penelitian ini mengidentifikasi dua mekanisme fisika utama yang bertanggung jawab atas pecahnya kaca akibat "sound horeg":

1. Tekanan Berlebih: Gelombang suara yang sangat kuat menghasilkan tekanan udara yang begitu tinggi sehingga dapat secara langsung menekan dan merusak struktur kaca. Bayangkan gelombang suara itu seperti "dorongan" kuat yang tak terlihat.


2. Resonansi Akustik: Ini adalah penyebab utama yang seringkali tidak disadari. Setiap benda, termasuk kaca, memiliki "nada" atau frekuensi getar alaminya sendiri. Jika frekuensi suara dari "sound horeg" kebetulan sama persis dengan nada alami kaca, maka kaca akan bergetar sangat, sangat kuat, jauh melebihi kemampuannya menahan getaran. Getaran berlebihan inilah yang akhirnya membuat kaca pecah berkeping-keping. Bahkan pada tingkat suara yang tidak terlalu ekstrem (sekitar 100-105 dB), resonansi sudah bisa memicu kerusakan ini. Ditambah lagi, suara frekuensi rendah dari "sound horeg" bisa membuat seluruh bagian rumah ikut bergetar, termasuk kaca.


Menentukan Jarak Aman: Berapa Jauh Agar Kaca Tetap Utuh? Untuk melindungi kaca rumah dari kerusakan, penelitian ini melakukan perhitungan berdasarkan cara suara menyebar di udara. Ini adalah prinsip fisika sederhana: suara akan melemah drastis seiring bertambahnya jarak dari sumber. Semakin jauh Anda dari sumber suara, semakin lemah suara yang terdengar.

Dengan tingkat awal "sound horeg" sebesar 135 dB pada jarak 10 meter, dan target keamanan suara di bawah 95 dB (agar risiko kaca pecah akibat getaran resonansi dan tekanan bisa diminimalkan), penelitian ini menghitung seberapa jauh suara itu harus merambat agar kekuatannya berkurang hingga level aman.

Hasil perhitungannya menunjukkan bahwa jarak aman minimal dari sumber "sound horeg" adalah sekitar 1.000 meter (atau 1 kilometer). Ini berarti, jika Anda berada 1.000 meter atau lebih dari sumber suara "sound horeg", kekuatan suaranya sudah cukup lemah (di bawah 95 dB) sehingga risiko kaca rumah pecah sangat kecil.

Solusi dan Pertimbangan Masa Depan: Menyikapi temuan ini, penelitian merekomendasikan pemerintah dan masyarakat untuk menetapkan batas volume suara yang aman, meningkatkan pemahaman tentang bahaya suara ekstrem, dan mempertimbangkan penggunaan bahan bangunan yang lebih tahan suara. Penggunaan jenis kaca yang lebih kuat seperti kaca temper atau laminasi juga sangat disarankan sebagai langkah antisipasi.

Fenomena "sound horeg" menunjukkan dua sisi mata uang; di satu sisi menjadi bagian dari budaya dan ekonomi lokal, namun di sisi lain menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan dan kenyamanan warga. Oleh karena itu, pemahaman ilmiah yang mendalam tentang fenomena ini sangat penting untuk mencari jalan tengah antara hiburan dan keselamatan masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) Ciptakan Inovasi Pembelajaran Kimia Berupa KIT KOVALEN Berbasis Game Education

  MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Materi ikatan kimia merupakan materi yang tergolong sulit untuk siswa kimia SMA, salah satunya dalam penggambaran struktur Lewis. Hal ini terjadi karena struktur Lewis merupakan model ikatan kimia yang selain mememrlukan keterampilan berpikir dan logika, dibutuhkan juga imajinasi penggambaran ikatan di dalam molekul-molekulnya. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan dalam memahami ikatan kimia, khususnya ikatan kovalen.  Kelima mahasiswa dapartemen kimia Universitas Negeri Malang mengembangkan sebuah media pembelajaran ikatan kovalen untuk meningkatkan konsep pemahaman siswa SMA berbasis game education yang disebut Kit Kovalen merupakan inovasi media pembelajaran dari bahan dasar catur yang dimanfaatkan kembali didesain semenarik mungkin  seperti puzzle yang nantinya siswa akan memperaktikan sendiri dengan pilihan kartu yang diambilnya. Sehingga pembelajaran dapat menjadi lebih menarik dan bermakna. Mereka adalah Ulfa Rahmawati, Fatimah A...

Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKep UNEJ Latih Kader Saung Tani CEKATAN Antirogo: Tingkatkan Kapasitas Skrining Kesehatan Petani

  Sumber: Dokumentasi Pribadi [Pembukaan Acara Pelatihan Cek Kesehatan Kader Saung Tani CEKATAN] JEMBER | JATIMSATUNEWS.COM :  Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan, Tim PPK Ormawa HIMA S1/Ners melalui program Saung Tani Cekatan menggelar kegiatan pelatihan cek kesehatan bagi kader CEKATAN. Di Desa Antirogo pada Senin, (22/7/24).  Acara ini dihadiri oleh 30 kader tetap dengan pendampingan dari tim pelaksana, dan tim pendukung PPK Ormawa HIMA S1/Ners FKEP UNEJ dan Ns. Rismawan Adi Yunanto, S.Kep., M.Kep sebagai dosen pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kader CEKATAN agar mampu menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan rutin bagi para petani di Antirogo. Program ini sebagai salah satu subprogram dari Saung Tani Cekatan untuk membentuk Desa Pertanian Sehat Antirogo.   Program ini merupakan subprogram yang pertama yang meliputi pelatihan dalam pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol serta penilaian kesehatan untuk mendeteksi ...

Mahasiswa PLS UM Ikut Andil Berikan Metode Pembelajaran Huruf Hijaiyah dengan Media Gambar dan Warna pada Peserta Didik TPQ Ainul Yaqin Pakisaji

    MALANG | JATIMSATUNEWS.COM :  Sekumpulan mahasiswa PLS UM mengadakan suatu program yang berkaitan dengan simulasi pembelajaran pada hari Rabu, 15 November 2023 yang melibatkan peserta didik jilid dua TPQ Ainul Yaqin yang berada di Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Program pembelajaran yang dilaksanakan berupa pengenalan huruf hijaiyah menggunakan media gambar dan warna dengan tujuan untuk membantu menstimulasi kemampuan motorik peserta didik. Materi yang disampaikan kepada peserta didik TPQ Ainul Yaqin menggunakan metode At-Tartil, yang mana anggota kelompok Mahasiswa PLS UM berperan sebagai pemateri. Penggunaan media dan sarana pembelajaran menggunakan alat yang sederhana, yaitu papan tulis, meja, karpet, alat peraga berupa kertas dengan huruf hijaiyah, Al-Qur’an, spidol, penghapus, kertas print dengan huruf hijaiyah, dan pensil warna. Selama proses pembelajaran dilakukan selama 60 menit. Awal pembelajaran diawali dengan salam, pembuka, dan perkena...