Langsung ke konten utama

Postingan

Eko Rudianto, Pemuda 23 Tahun Dengan Segudang Prestasi Mulai Peneliti Hingga Pengusaha

    Eko Rudianto ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM:  Eko Rudianto adalah seorang mahasiswa Jurusan Fisika di Universitas Negeri Malang angkatan 2019, ia juga termasuk mahasiswa yang memperoleh bantuan beasiswa dari Kementerian Pendidikan RI Melalui program BIDIKMISI.  Lahir di Malang, pada hari senin, 13 November 2000 Eko Rudianto memulai pendidikannya di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Wahid Hasyim Jambangan selesai pada tahun 2013, Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Malang selesai pada tahun 2016, Madrasah Aliyah Negeri 1 Malang selesai pada tahun 2019, kini dia berada di Universitas Negeri Malang.  Bertempat tinggal di Jalan Soponyono RT 14 RW 02 Desa Jambangan Kecamatan Dampit Kabupaten Malang. Dikenal sebagai Mahasiswa berprestasi, Peneliti, Wirausahawan, Relawan serta Aktivis Organisasi membuat dia memiliki segudang prestasi baik akademik maupun non akademik. Melalui jalur penelitian, hibah Penelitian yang pernah diperoleh adalah penelitian mengenai Produksi Karbon Aktif Ber...

Kuota Di Kotamu Penuh ? M-Paspor Aja, Buat Paspor Di Kota Orang Hanya 5 Menit

  Bagi kamu yang memiliki keinginan untuk pergi keluar negeri pastinya harus tidak asing yang namanya paspor, menurut UU No. 6 Tahun 2011 paspor adalah dokumen yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada warga Negara Indonesia untuk melakukan perjalanan antarnegara yang berlaku selama jangka waktu tertentu . nah dari sini udah paham kan, selanjutkan kamu harus tahu siapa saja yang berham memegang paspor indonesia dan bagaimana cara mendapatkannya.  Sebelum itu, ada banyak isu terkait halaman paspor yang 24 dan 48 aku ingin sampaikan bahwa terkait jumlah halaman tidak membedakan fungsi dan kegunaannya selain jumlah halamannya. Bagi kamu yang akan mondar-mandir di negeri orang dengan periode banyak seperti pekerja maka buatlah yang 48 halaman. Namun bagi kamu yang hanya jarang pergi aku sarankan untuk membuat yang 24 halaman saja, perbedaannya terletak pada harganya saja. Terkait paspor biasa dan elektronik, aku sarankan untuk membuat yang elektronik, karena lebih...

Serambi Ramadhan Ke-12 | Sandal Jepit Masjid

Serambi Ramadhan olah pikir kali ini merefleksi dari kerandoman berfikir, begitulah kata familiar milenial yang sedang memiliki algoritma tinggi, bagaimana tidak fikiran itu tiba-tiba muncul tepat ketika setelah sholat disalah satu masjid kampus di Jember. Sembari memantik korek guna merokok aku duduk di serambi masjid tatkala sisa hujan itu berjatuhan. Setelah itu aku, lakok terpaku melihat sandal masjid yang rupanya sudah digunakan oleh ratusan pasang kaki setiap hamba yang hendak meletakkan kepalanya kepada tuhan.  Aku mulai berusaha untuk mengunboxing perihal sandal itu, indikatornya adalah umurnya, ukurannya, habitatnya serta gaya pemakainya hingga 'kalep' entah apa namanya itu besar sebelah, unik sih. Namun itulah adanya. Lalu pikiran ini beranjak kepada melihat dan membandingkan sandal jepit yang ada disamping, sepertinya berbeda dengan yang aku pandang pertama, rupanya dia lebih junior untuk melayani berbagai macam pasangan kaki. Nampak dari morfologinya, namun bukan it...

Serambi Ramadhan Ke-11 | Kasuistik Pemuda Dalam Prespektif Ramadhan

  Dalam skema penalaran berfikir, pemuda memiliki peran dominan terhadap penalaran-penalaran dialektikanya berlaku. Utamanya dalam berperan diera modern dan era highspeed komunikasi serta transparasi komunikasi. Hedon mengenai peran pemuda telah terbukti dari zaman sebelum indonesia merdeka ada golongan tua dan golongan muda. Meskipun demikian, dua golongan super natural tersebut bukan alasan mutlak untuk mendistraksi dialektika yang berjalan. Pemuda memiliki semangat dan kemauan bulat sedangkan para sesepuh golongan tua berhak memberikan dorongan dan motivasi penguat, bak kata-kata Ki Hajar Dewantara, Tut Wuri Handayani. Untuk itu, meletakkan dimana kita atas apa yang harus kita lakukan disituasi yang bagaimana, diras perlu kita fikirkan melalui forum-forum perkumpulan profetik dengan asas, cendekiawan, prinsip kebangsaan serta berpegang pada ideologi agama yang moderat.  Oleh karena itu, pemuda se kecamatan dampit dalam forum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU IPPNU) mense...

Serambi Ramadhan Ke-10 | Empat Metode Asketik

  Tirakatan sejauh ini menjadi 'laku' yang terpinggrikan, sebab orang modern menganggap tirakatan sebagai bentuk tradisi bukan sebagai kebutuhan hidup suatu manusia, dengan kata lain manusi modern saat ini kurang mengenal esensi dari tirakatan itu sendiri, menganggap tirakat merupakan sesuatu yang dapat membahayakan diri dan tidak memiliki pengaruh yang jelas terhadap manusia itu sendiri. Dari artikel ini, akan diungkapkan beberapa pendapat mengenai asketik atau bisa diartikan sebagai tirakatan. Memang ada tirakat yang dibungkus dengan sesuatu yang menyakiti namun juga ada yang dilakukan yang bisa menjadi sesuatu cinta. Medote askestik itu dapat dibedakan menjadi beberapa dibawah ini :  1. Natural Asceticism Adalah Gaya hidup serba minimal dimana aspek material kehidupan direduksi menjadi sangat sederhana dan minimum, tetapi tanpa melukai/ menyiksa tubuh. Banyak dari terdahulu yang sudah melakukan hal ini, seperti puasa karena puasa masih ada hal yang berbuka.  2. Unnatur...

Serambi Ramadhan Ke-9 | Ragam Praktek Hidup Asketik

Fase dalam setiap manusia mengalami fase yang sama, meskipun dengan prosesnya yang berbeda. Dengan begitu, manusia harus memahami setiap prosesnya, self awareness, sefl love juga bekal yang baik. Manusia untuk berproses dengan baik harus mutlak menjalankan sesuatu yang naturalnya manusia harus mengalami, diantaranya :  1. Fasting (Puasa) Hampir semua agama/ makhluk melakukan puasa, baik dibungkus dengan ibadah maupun jalan ideologi, arti leterlijk dari puasa adalah Menahan demi panen yg besar, lelahnya ibadah akan panen manisnya iman, lelahnya belajar akan panen manisnya kepintaran, itulah diantara latarbelakang yang menjadi faktor utama.  2. Communal  Menjauh dari kerujunan/ uzlah, ini sudah banyak dipraktikkan oleh orang-orang besar. Para penulis kitab besar juga perlu uzlah untuk menciptakan kitab dengan sempurna, karena dengan kesendirian dan keheningan tercipta pemikiran yang mendalam.  3. Yogic asceticism  Secara amaliah kalau kita sebagai umat islam adala...

Serambi Ramadhan Ke-8 | Patah Hati Itu Mahal

  Betapa ruginya ketika ramadhan telah selesai namun seorang manusia tidak merasakan kesedihan, sepertinya belum puas bahkan baru saja menemukan pola kenikmatannya ketika puasa, tarawih, tadarus, sholat dan qiyamul lail namun ramadhan telah usai. Kadang terucap, kalau hanya sekedar lewat mengapa datang. Namun ternyata itu cara Allah swt untuk memberika dorongan motivasi agar giat dalam menyambut bulan suci Ramadhan, tatkala kita merasa telat dalam menikmati nikmatnya ramadhan karena persiapannya yang kurang, itulah mengapa perasaan sedih itu ada bagi orang yang beriman dan berjihad dalam bulan suci ramadhan.  Jika difikir lebih jauh lagi, ternyata patah hati ditingg oleh bulan suci ramadhan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Cost kerugian tersebut yang ditaksir mahal tersebut ternyata muncul dari segi materil dan non materil bahkan ke moral. Misalkan dengan bulan ramdhan berakhir kita akan patah hati, dari sesorang yang tak bijak ketika patah hati akan kehilangan semang...